IHSG Berpotensi Balik Arah Jelang Rilis Inflasi
Rabu, 01 April 2015 - 08:24 WIB
IHSG Berpotensi Balik Arah Jelang Rilis Inflasi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi pembalikan arah tertekan melemahnya sejumlah bursa saham global dan jelang data inflasi yang dirilis tak sesuai ekspektasi.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengharapkan masih adanya aksi beli terutama setelah asing kembali nett buy agar IHSG kembali menguat.
"Namun, tetap cermati adanya potensi pembalikan arah jika data-data ekonomi yang dirilis tidak sesuai ekspektasi dan imbas mulai melemahnya sejumlah bursa saham global," kata dia, Rabu (1/4/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.480-5.496 dan resisten 5.527-5.536. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.445-5.465 dan mampu bertahan di atas area target support 5.400-5.421.
Kemarin masih positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa sesuai harapan yang masih mampu melanjutkan penguatan ditopang aksi merger dan akuisisi dari sektor farmasi memberikan sentimen positif pada laju IHSG.
Pelaku pasarpun masih kembali melanjutkan aksi belinya hingga mendorong IHSG bertahan di zona hijau dan bahkan berhasil melampaui estimasi sebelumnya.
Positifnya laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia dan diikuti oleh maraknya emiten yang merilis kinerjanya yang sebagian besar sesuai estimasi sedikit banyak berpengaruh positif pada laju IHSG.
"Pelaku pasarpun masih kembali melakukan aksi belinya, sehingga mampu mendorong IHSG bertahan di zona hijau," ujarnya.
Dengan adanya utang gap baru itupun juga tidak menghalangi positifnya laju IHSG. Apalagi penguatan kali ini mendapat tambahan angin segar dari terapresiasinya laju rupiah dan berbaliknya investor asing kembali melakukan nett buy dari net sell Rp177,90 miliar menjadi net buy Rp822,08 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengharapkan masih adanya aksi beli terutama setelah asing kembali nett buy agar IHSG kembali menguat.
"Namun, tetap cermati adanya potensi pembalikan arah jika data-data ekonomi yang dirilis tidak sesuai ekspektasi dan imbas mulai melemahnya sejumlah bursa saham global," kata dia, Rabu (1/4/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.480-5.496 dan resisten 5.527-5.536. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.445-5.465 dan mampu bertahan di atas area target support 5.400-5.421.
Kemarin masih positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa sesuai harapan yang masih mampu melanjutkan penguatan ditopang aksi merger dan akuisisi dari sektor farmasi memberikan sentimen positif pada laju IHSG.
Pelaku pasarpun masih kembali melanjutkan aksi belinya hingga mendorong IHSG bertahan di zona hijau dan bahkan berhasil melampaui estimasi sebelumnya.
Positifnya laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia dan diikuti oleh maraknya emiten yang merilis kinerjanya yang sebagian besar sesuai estimasi sedikit banyak berpengaruh positif pada laju IHSG.
"Pelaku pasarpun masih kembali melakukan aksi belinya, sehingga mampu mendorong IHSG bertahan di zona hijau," ujarnya.
Dengan adanya utang gap baru itupun juga tidak menghalangi positifnya laju IHSG. Apalagi penguatan kali ini mendapat tambahan angin segar dari terapresiasinya laju rupiah dan berbaliknya investor asing kembali melakukan nett buy dari net sell Rp177,90 miliar menjadi net buy Rp822,08 miliar.
(rna)
Lihat Juga :