Indonesia Butuh Bank Infrastruktur

Jum'at, 03 April 2015 - 08:12 WIB
Indonesia Butuh Bank...
Indonesia Butuh Bank Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Indonesia membutuhkan bank infrastruktur sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Keberadaan perbankan yang fokus membiayai proyek infrastruktur dapat mendukung perekonomian nasional.

Dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJM) estimasi kebutuhan pendanaan infrastruktur pada 2015-2019 sebesar Rp5.519 triliun atau sekitar Rp1.102 triliun rata-rata kebutuhan per tahun.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro,‎ dana sebesar itu tidak dapat dipenuhi pemerintah karena anggaran belanja infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 hanya Rp290 triliun.

Namun, jika dibandingkan dengan total PDB Indonesia yang sekitar Rp10.000 triliun hingga Rp11.000 triliun nilai itu kurang dari 3% terhadap PDB.

"Sehingga, perlu dana yang sangat besar untuk menutupi kekurangan anggaran pembangunan infrastruktur Rp1.102 triliun per tahun," terang Bambang dalam diskusi bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan tema Bank Infrastruktur Perlu atau Tidak? di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Menurutnya, diperlukan solusi untuk mengisi kesenjangan sumber pembiayaan infrastruktur, salah satunya dengan melibatkan pihak swasta untuk ikut dalam pembangunan.

Sejauh ini, perbankan nasional sudah mulai berpartisipasi menyalurkan kredit bagi pembangunan infrastruktur meskipun totalnya hanya 16,8% dari keseluruhan kredit atau sekitar Rp244,8 triliun.

Bambang menilai, saat ini kesadaran pentingnya infrastruktur masih lemah dengan alokasi anggaran masih terbatas. Sehingga, perlu keterlibatan perbankan dan juga lembaga investasi.

"Kalau ditanya, kenapa bank infrastruktur? Ya, karena saya yakin perbankan Indonesia mempunyai kemampuan untuk biayain infrastruktur," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Kolaborasi dengan BPJS...
Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan, BRI Sediakan Pembiayaan untuk Tingkatkan Mutu Infrastruktur Kesehatan
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Berita Terkini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
12 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
54 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
2 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved