Pemerintah Finalisasi PP Dana Industri Sawit Besok

Jum'at, 03 April 2015 - 11:52 WIB
Pemerintah Finalisasi...
Pemerintah Finalisasi PP Dana Industri Sawit Besok
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian akan melakukan finalisasi draf Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penetapan Pengutipan Dana Pembangunan Dana Dukungan Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan atau crude palm oil (CPO) besok.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan untuk menarik keuntungan dari pengusaha sawit. Ini dilakukan sebagai dana pendukung (supporting fund) untuk menyubsidi biodiesel dengan kadar bahan bakar nabati (BBN) 15%.

"Kita sudah siapkan draft Peraturan Pemerintah. Kita finalisasi besok, Sabtu (4/4/2015). Peraturannya namanya PP tentang Penetapan Pengutipan Dana Pembangunan Dana Dukungan Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan," jelas Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (2/4/2015) malam.

Menurutnya, pengambilan dana pendukung ini biasa dilakukan di negara lain untuk mendukung industri mereka. Melalui dana tersebut, pemerintah nantinya akan memiliki dana yang cukup untuk mendorong mandatory biodiesel 15%, bahkan hingga 20% di masa akan datang.

Dia menyebutkan, pemerintah akan menarik dana pendukung tersebut sebesar USD50 per ton untuk ekspor crude palm oil (CPO) dan USD30 per ton untuk produk turunannya. Nantinya, dana tersebut akan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) dengan UU Keuangan Negara.

"Ada steering committe yang saya ketuai dan menteri teknis yang terlibat, di antaranya Mentan, Menteri ESDM, Menkeu, Mendag, dan Meneperin. Dewan Pengarah, Menko Perekonomian. Kemudian ada Dewan Pengawas, yang terdiri dari pemerintah dan pelaku industri, dan ada Badan Pelaksana," imbuhnya.

Kendati tidak masuk menjadi bagian penerimaan negara, namun Sofyan memastikan bahwa semua dana yang terkumpul akan diaudit oleh akuntan nasional atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dia menambahkan, untuk ambang batas (threshold) pengenaan bea keluar (BK) untuk CPO dipastikan tidak ada perubahan, yakni USD750 per metrik ton. "Kalau harga CPO di bawah dan sampai USD750 kita kutip dana pendukung saja, tapi kalau di atas USD750 kita kutip dana pendukung plus dikenakan BK," tandas Sofyan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
27 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved