Harga Obligasi AS Reli Dipicu Data Tenaga Kerja
Sabtu, 04 April 2015 - 11:20 WIB
Harga Obligasi AS Reli Dipicu Data Tenaga Kerja
A
A
A
NEW YORK - Harga obligasi Amerika Serikat (AS) reli di tengah menurunnya mata uang AS (USD) dan indeks saham berjangka pada Jumat waktu setempat setelah rilis data tenaga kerja AS pada Maret di bawah ekspektasi.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah tenaga kerja hanya bertambah 126.000 pada Maret, peningkatan bulanan terkecil dalam lebih dari satu tahun. Angka itu jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yakni sebanyak 245.000.
Harga obligasi naik tajam, mendorong imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke level terendah dalam dua bulan karena menyurutkan ekspektasi bahwa suku bunga Federal Reserve akan dinaikkan pada September 2015.
Indeks saham berjangka AS turun hampir 1,0%, di mana kontrak E-mini pada indeks S&P 500 turun 19,75 poin menjadi 2.039,75, dengan volume tipis pada sesi singkat, sehingga memberi sinyal akan melemah pada perdagangan Senin.
"Penurunan data tenaga kerja dari konsensus pada Maret, mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi AS belum tercapai," kata penasihat ekonomi utama di Allianz Mohamed El-Erian seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2015).
Volume perdagangan tipis pada Jumat karena libur Paskah, di mana bursa saham utama AS ditutup, sedangkan pasar obligasi dan ekuitas berjangka di AS dipengaruhi oleh jumlah volume.
Harga obligasi bertenor 10 tahun naik 20/32, dengan imbal hasil 1,845%, mendekati level terendah dua bulan. Pasar obligasi AS ditutup pada pukul 1200 ET (1600 GMT).
Sementara pasar utama Eropa ditutup sejak Jumat-Senin karena libur Paskah, dan akan dibuka kembali pada Selasa. Pasar saham Asia menguat pada perdagangan tipis menjelang libur Paskah dan data tenaga kerja AS.
Data tenaga kerja AS melemahkan USD, melanjutkan penurunan baru-baru ini. Sementara data ekonomi Eropa yang lebih baik dari yang diantisipasi dalam beberapa pekan terakhir.
Indeks USD turun sebanyak 1,0% ke 96,394 dan terakhir di 96,716. Terhadap yen, USD jatuh ke 119,02, atau 0,7%. Sedangkan euro menguat 0,9% menjadi USD1,0982.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah tenaga kerja hanya bertambah 126.000 pada Maret, peningkatan bulanan terkecil dalam lebih dari satu tahun. Angka itu jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yakni sebanyak 245.000.
Harga obligasi naik tajam, mendorong imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke level terendah dalam dua bulan karena menyurutkan ekspektasi bahwa suku bunga Federal Reserve akan dinaikkan pada September 2015.
Indeks saham berjangka AS turun hampir 1,0%, di mana kontrak E-mini pada indeks S&P 500 turun 19,75 poin menjadi 2.039,75, dengan volume tipis pada sesi singkat, sehingga memberi sinyal akan melemah pada perdagangan Senin.
"Penurunan data tenaga kerja dari konsensus pada Maret, mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi AS belum tercapai," kata penasihat ekonomi utama di Allianz Mohamed El-Erian seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2015).
Volume perdagangan tipis pada Jumat karena libur Paskah, di mana bursa saham utama AS ditutup, sedangkan pasar obligasi dan ekuitas berjangka di AS dipengaruhi oleh jumlah volume.
Harga obligasi bertenor 10 tahun naik 20/32, dengan imbal hasil 1,845%, mendekati level terendah dua bulan. Pasar obligasi AS ditutup pada pukul 1200 ET (1600 GMT).
Sementara pasar utama Eropa ditutup sejak Jumat-Senin karena libur Paskah, dan akan dibuka kembali pada Selasa. Pasar saham Asia menguat pada perdagangan tipis menjelang libur Paskah dan data tenaga kerja AS.
Data tenaga kerja AS melemahkan USD, melanjutkan penurunan baru-baru ini. Sementara data ekonomi Eropa yang lebih baik dari yang diantisipasi dalam beberapa pekan terakhir.
Indeks USD turun sebanyak 1,0% ke 96,394 dan terakhir di 96,716. Terhadap yen, USD jatuh ke 119,02, atau 0,7%. Sedangkan euro menguat 0,9% menjadi USD1,0982.
(rna)
Lihat Juga :