The Fed Miliki Alasan Lain Tunda Naikan Suku Bunga
Sabtu, 04 April 2015 - 13:47 WIB
The Fed Miliki Alasan Lain Tunda Naikan Suku Bunga
A
A
A
NEW YORK - Pembuat kebijakan Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) memiliki alasan lain untuk menunda menaikkan suku bunga (Fed rate) setelah laporan tenaga kerja bulan Maret yang mengecewakan, menegaskan perlambatan ekonomi AS di kuartal I.
Pengusaha pada bulan lalu menambah jumlah tenaga kerja paling sedikit sejak Desember 2013. Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah tenga kerja pada Maret hanya bertambah 126.000, di bawah bulan sebelumnya.
Data itu turun tajam dibanding data tenaga kerja dalam 12 bulan berturut-turut, yang mencapai lebih dari 200.000 tiap bulannya.
The Fed memantau ekonomi untuk mencapai atau mendekati full employment dan menghasilkan inflasi yang lebih tinggi sebelum menaikkan suku bunga. Gubernur The Fed Janet Yellen dan rekan-rekannya pada bulan lalu membuka peluang untuk menaikkan suku bunga paling cepat pada Juni atau September.
Ketua Fed Bank of Richmond Jeffrey Lacker dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg mengatakan bahwa laporan tersebut tidak mengubah pandangannya tentang kebijakan.
Pada akhir Maret lalu, dia menyatakan bahwa penaikan suku bunga akan tetap kuat pada pertemuan Juni, kecuali laporan ekonomi secara subtansi menyimpang dari proyeksi.
"Laporan tenaga kerja sedikit mengecewakan, tapi ini diikuti dengan laporan panjang yang kuat," kata Lacker, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (4/4/2015).
Data tenega kerja ini menyusul serentetan data yang menunjukkan ekonomi melambat pada kuartal I, seperti melemahnya harga minyak, buruknya belanja konsumen dan menguatnya USD yang menyakiti sektor manufaktur dalam negeri.
Produsen barang, termasuk pabrik, bangunan serta perusahaan minyak dan gas memangkas jumlah pekerjanya bulan lalu. Jumlah tenaga kerja manufaktur turun untuk kali pertama sejak Juli 2013 dan industri restoran adalah yang terlemah sejak Juni 2012.
Sementara di bidang pertambangan dan penebangan, yang mencakup layanan ladang minyak, turun 11.000 setelah penurunan serupa pada Februari. Selama tiga bulan terakhir, jumlah tenaga kerja telah menurun 29.000, terburuk sejak periode yang sama pada Juli 2009.
The Fed menetapkan target suku bunga AS pada 2015 di 0,625%, turun signifikan dari target 1,125% pada Desember tahun lalu. Kemudian menurunkan menjadi 1,875% pada akhir 2016 dari sebelumnya 2,5%. Bank sentral telah mempertahankan suku bunga mendekati nol sejak Desember 2008.
Pengusaha pada bulan lalu menambah jumlah tenaga kerja paling sedikit sejak Desember 2013. Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah tenga kerja pada Maret hanya bertambah 126.000, di bawah bulan sebelumnya.
Data itu turun tajam dibanding data tenaga kerja dalam 12 bulan berturut-turut, yang mencapai lebih dari 200.000 tiap bulannya.
The Fed memantau ekonomi untuk mencapai atau mendekati full employment dan menghasilkan inflasi yang lebih tinggi sebelum menaikkan suku bunga. Gubernur The Fed Janet Yellen dan rekan-rekannya pada bulan lalu membuka peluang untuk menaikkan suku bunga paling cepat pada Juni atau September.
Ketua Fed Bank of Richmond Jeffrey Lacker dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg mengatakan bahwa laporan tersebut tidak mengubah pandangannya tentang kebijakan.
Pada akhir Maret lalu, dia menyatakan bahwa penaikan suku bunga akan tetap kuat pada pertemuan Juni, kecuali laporan ekonomi secara subtansi menyimpang dari proyeksi.
"Laporan tenaga kerja sedikit mengecewakan, tapi ini diikuti dengan laporan panjang yang kuat," kata Lacker, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (4/4/2015).
Data tenega kerja ini menyusul serentetan data yang menunjukkan ekonomi melambat pada kuartal I, seperti melemahnya harga minyak, buruknya belanja konsumen dan menguatnya USD yang menyakiti sektor manufaktur dalam negeri.
Produsen barang, termasuk pabrik, bangunan serta perusahaan minyak dan gas memangkas jumlah pekerjanya bulan lalu. Jumlah tenaga kerja manufaktur turun untuk kali pertama sejak Juli 2013 dan industri restoran adalah yang terlemah sejak Juni 2012.
Sementara di bidang pertambangan dan penebangan, yang mencakup layanan ladang minyak, turun 11.000 setelah penurunan serupa pada Februari. Selama tiga bulan terakhir, jumlah tenaga kerja telah menurun 29.000, terburuk sejak periode yang sama pada Juli 2009.
The Fed menetapkan target suku bunga AS pada 2015 di 0,625%, turun signifikan dari target 1,125% pada Desember tahun lalu. Kemudian menurunkan menjadi 1,875% pada akhir 2016 dari sebelumnya 2,5%. Bank sentral telah mempertahankan suku bunga mendekati nol sejak Desember 2008.
(rna)
Lihat Juga :