Jumlah Orang Super Kaya di China Melonjak Tajam

Senin, 06 April 2015 - 12:53 WIB
Jumlah Orang Super Kaya...
Jumlah Orang Super Kaya di China Melonjak Tajam
A A A
BEIJING - World Ultra Wealth Report 2014-2015 merilis, meki pertumbuhan ekonomi di China sedikit agakn melambat pada tahun lalu, namun jumlah orang super kaya melonjak tajam ke rekor tertinggi.

Seperti dikutip dari China Daily, Senin (6/4/2015), Jumlah orang di daratan China yang memiliki aset senilai 500 juta yuan (USD81.350.000) telah mencapai 17.000 orang. Angka ini melonjak tajam dibanding 2008-2013 sebesar yang tidak lebih dari 1.000 orang.

Laporan itu dirilis oleh China Minsheng Bank bersama Hurun Research Institute di Beijing. Jumlah orang kaya di China tahun ini mencapai rekor tertinggi selama 15 tahun.

Pada periode 2014-2015 laporan menyelidiki secara rinci di mana orang-orang ini hidup, bagaimana mereka mengumpulkan kekayaan dan gaya hidup mereka.

Total aset orang super kaya melonjak menjadi 31 triliun yuan, atau 10 kali dari PDB Norwegia dan 20 kali dari Filipina. Mereka memiliki usia rata-rata 51 dan aset rata-rata 1,82 miliar yuan.

Laporan ini menemukan bahwa sebagian besar dalam daftar pengusaha, pengembang properti atau investor profesional. Sekitar 300 dari mereka memiliki aset bernilai setidaknya 10 miliar yuan, dan sekitar 5.100 memiliki aset senilai 1 miliar yuan sampai 2 miliar yuan. Sisanya memiliki aset 500 juta yuan sampai 1 miliar yuan.

Sebagian besar pengusaha berasal dari industri manufaktur dan memiliki perusahaan yang terdaftar yang awal penawaran umum berada di Shanghai atau Shenzhen. Zaobao.com Singapura melaporkan bahwa 55% dari mereka tidak tinggal di kota-kota utama, seperti Beijing, melainkan di kota-kota kedua dan ketiga.

Laporan ini juga mempelajari secara rinci sikap mereka terhadap investasi dan kehidupan. Kebanyakan optimis tentang lingkungan. Sekitar setengahnya, mereka berpikir bahwa akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dalam tiga tahun mendatang, ekonomi makro akan meningkatkan dan pengusaha akan lebih dihormati dari yang ada sekarang.

Namun, hanya sepertiga berpikir keuntungan mereka akan meningkat. 45% investasi menguntungkan di sektor perhiasan dan batu giok, dan 29% seperti mengumpulkan kaligrafi dan lukisan.

Lebih dari 80% ingin berinvestasi dalam proyek-proyek di luar negeri di masa depan, dan setengah dari mereka sudah melakukannya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved