Rupiah Diproyeksi Melemah Kembali
Rabu, 08 April 2015 - 09:35 WIB
Rupiah Diproyeksi Melemah Kembali
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diproyeksi masih akan melemah kembali karena mulai menguatnya dolar Amerika Serikat (USD).
"Tekanan itu bertambah jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Fed (FOMC), yang biasanya akan membuat sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada, Rabu (8/4/2015).
Karena itu, dia mengingatkan untuk tetap mencermati dan mengantisipasi jika terjadi pelemahan lanjutan. Dia memproyeksi, rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan bergerak pada kisaran Rp12.988-Rp12.978/USD.
Kemarin, rupiah mengakhiri reli. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.982/USD, anjlok 40 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.942/USD.
Selain rupiah, mata uang lainnya juga terkoreksi. Turunnya cadangan devisa Jepang melemahkan nilai tukar yen yang dibarengi sideways-nya laju dolar Australia dan ruppe setelah kedua bank sentralnya mempertahankan suku bunga acuan.
"Lemahnya pergerakan tersebut dimanfaatkan laju USD untuk bergerak naik," ujarnya.
"Tekanan itu bertambah jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Fed (FOMC), yang biasanya akan membuat sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada, Rabu (8/4/2015).
Karena itu, dia mengingatkan untuk tetap mencermati dan mengantisipasi jika terjadi pelemahan lanjutan. Dia memproyeksi, rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan bergerak pada kisaran Rp12.988-Rp12.978/USD.
Kemarin, rupiah mengakhiri reli. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.982/USD, anjlok 40 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.942/USD.
Selain rupiah, mata uang lainnya juga terkoreksi. Turunnya cadangan devisa Jepang melemahkan nilai tukar yen yang dibarengi sideways-nya laju dolar Australia dan ruppe setelah kedua bank sentralnya mempertahankan suku bunga acuan.
"Lemahnya pergerakan tersebut dimanfaatkan laju USD untuk bergerak naik," ujarnya.
(rna)