Sembilan Sektor Minus, IHSG Berakhir Terkoreksi
Rabu, 08 April 2015 - 16:16 WIB
Sembilan Sektor Minus, IHSG Berakhir Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini berakhir di zona merah, dengan sembilan sektor minus. IHSG terkoreksi 36,71 poin atau 0,66% ke level 5.486,58.
IHSG dibuka balik arah melemah pasca cetak rekor dan tertekan koreksi Wall Street semalam. IHSG turun 8,08 poin atau 0,15% ke level 5.515,21 dan pada akhir sesi I makin merosot 5.497,85.
Sementara IHSG kemarin berakhir pada rekor baru sepanjang masa didukung melonjaknya saham properti. IHSG melonjak 43,26 poin atau 0,79% ke level 5.523,29.
Penguatan itu seiring dengan positifnya bursa Asia. Sedangkan sore ini, bursa Asia mayoritas ditutup menguat.
Indeks Shanghai menguat 33,43 poin atau 0,84% ke 3.994,81; Indeks Straits Times berkurang 4,59 poin atau 0,18% ke 3.461,41; indeks Hang Seng melonjak 961,22 poin atau 3,80% ke 26.236,86; dan indeks Nikkei 225 naik 149,27 poin atau 0,76% ke 19.789,81.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,02 triliun dengan 5,12 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp292,80 miliar. Tercatat 116 saham naik, 181 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya ditutup melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 1,65%, diikuti manufaktur susut 0,88%. Sedangkan yang hanya menguat sektor perkebunan, naik 0,54%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.875 menjadi Rp53.875, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp25 menjadi Rp19.425 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp20 menjadi Rp4.170.
Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp7.950, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp7.225 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) susut Rp85 menjadi Rp4.780.
(Baca: IHSG Sesi I Ditutup Berkurang 25 Poin)
IHSG dibuka balik arah melemah pasca cetak rekor dan tertekan koreksi Wall Street semalam. IHSG turun 8,08 poin atau 0,15% ke level 5.515,21 dan pada akhir sesi I makin merosot 5.497,85.
Sementara IHSG kemarin berakhir pada rekor baru sepanjang masa didukung melonjaknya saham properti. IHSG melonjak 43,26 poin atau 0,79% ke level 5.523,29.
Penguatan itu seiring dengan positifnya bursa Asia. Sedangkan sore ini, bursa Asia mayoritas ditutup menguat.
Indeks Shanghai menguat 33,43 poin atau 0,84% ke 3.994,81; Indeks Straits Times berkurang 4,59 poin atau 0,18% ke 3.461,41; indeks Hang Seng melonjak 961,22 poin atau 3,80% ke 26.236,86; dan indeks Nikkei 225 naik 149,27 poin atau 0,76% ke 19.789,81.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,02 triliun dengan 5,12 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp292,80 miliar. Tercatat 116 saham naik, 181 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya ditutup melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 1,65%, diikuti manufaktur susut 0,88%. Sedangkan yang hanya menguat sektor perkebunan, naik 0,54%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.875 menjadi Rp53.875, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp25 menjadi Rp19.425 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp20 menjadi Rp4.170.
Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp7.950, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp7.225 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) susut Rp85 menjadi Rp4.780.
(Baca: IHSG Sesi I Ditutup Berkurang 25 Poin)
(rna)
Lihat Juga :