IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi Jika Aksi Jual Marak
Kamis, 09 April 2015 - 08:20 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi Jika Aksi Jual Marak
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih terbuka melanjutkan koreksi jika aksi jual masih marak.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelemahan kemarin membuat IHSG berhasil menutup utang gap 5.489-5.493, sehingga masih menyisakan utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015).
"Meski pelemahan tersebut memberikan peluang bagi IHSG untuk menutup utang gap terdekatnya, bukan tidak mungkin pelemahan dapat kembali terjadi jika aksi jual masih marak," kata dia, Kamis (9/4/2015).
KKarena itu, dia menyarankan pelaku pasar untuk tetap mencermati bila terjadi potensi pelemahan lanjutan. Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.455-5.468 dan resisten 5.495-5.520.
Sementara IHSG kemarin gagal menuju area target resisten 5.530-5.542 dan berada di bawah area target support 5.478-5.512. Menurut dia, pelemahan yang terjadi kemarin karena adanya profit taking dengan memanfaatkan lonjakan IHSG sebelumnya.
Apalagi dengan berbalik melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), berkurangnya nett buy asing, dan reaksi negatif dari belum adanya rencana S&P untuk menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade dalam waktu dekat memberikan sentimen negatif.
Investor asing kembali melakukan nett buy dari net buy Rp478,75 miliar menjadi net buy Rp258,12 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pelemahan kemarin membuat IHSG berhasil menutup utang gap 5.489-5.493, sehingga masih menyisakan utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015).
"Meski pelemahan tersebut memberikan peluang bagi IHSG untuk menutup utang gap terdekatnya, bukan tidak mungkin pelemahan dapat kembali terjadi jika aksi jual masih marak," kata dia, Kamis (9/4/2015).
KKarena itu, dia menyarankan pelaku pasar untuk tetap mencermati bila terjadi potensi pelemahan lanjutan. Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.455-5.468 dan resisten 5.495-5.520.
Sementara IHSG kemarin gagal menuju area target resisten 5.530-5.542 dan berada di bawah area target support 5.478-5.512. Menurut dia, pelemahan yang terjadi kemarin karena adanya profit taking dengan memanfaatkan lonjakan IHSG sebelumnya.
Apalagi dengan berbalik melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), berkurangnya nett buy asing, dan reaksi negatif dari belum adanya rencana S&P untuk menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade dalam waktu dekat memberikan sentimen negatif.
Investor asing kembali melakukan nett buy dari net buy Rp478,75 miliar menjadi net buy Rp258,12 miliar.
(rna)
Lihat Juga :