DPR Sebut Program Kelistrikan 35 Ribu MW Terlalu Muluk

Minggu, 12 April 2015 - 17:29 WIB
DPR Sebut Program Kelistrikan...
DPR Sebut Program Kelistrikan 35 Ribu MW Terlalu Muluk
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI mengungkapkan bahwa program kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) yang menjadi ambisi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terlalu muluk dan tidak realistis. Pasalnya, pemerintah pun masih memiliki utang pembangunan proyek kelistrikan Fast Track Programme (FTP) I dan FTP II yang hingga kini belum terselesaikan.

Seperti diketahui, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya telah mencanangkan program pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara10.000 MW atau Fast Track Programme (FTP) tahap I yang ditargetkan rampung 2013 lalu.

Kemudian, pemerintah juga memiliki program percepatan listrik 10.000 MW tahap II yang direncanakan selesai pada 2018 molor menjadi 2020. Belum program tersebut terlaksana, pemerintahan Jokowi-JK telah mencanangkan proyek kelistrikan 35 ribu MW yang dikebut dalam lima tahun.

"Program itu (kelistrikan 35 ribu MW) kalau bahasa saya terlalu muluk-muluk.‎ Saya selalu kritik keras program 35 ribu MW. Karena apa? Untuk FTP I dan FTP II saja belum clear," tutur anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistyono alam Diskusi Energi Kita, di Restoran Bumbu Desa Jakarta, Minggu (12/4/2015).

‎Menurutnya, rencana Presiden Jokowi untuk merampungkan 11.000 MW yang menjadi bagian dari program kelistrikan 35.000 MW ‎pada tahun ini sulit untuk terlaksana. "Pak Jokowi menyampaikan tahun ini 11.000 MW yang jadi bagian dari 35.000 MW. Darimana itu? Saya memberikan apresiasi program 35.000 MW untuk atasi krisis lsitrik, tapi tidak realistis?‎," pungkas dia.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
40 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved