Hebat, Indonesia Dapat Pesanan Kapal dari Belanda

Senin, 13 April 2015 - 07:51 WIB
Hebat, Indonesia Dapat...
Hebat, Indonesia Dapat Pesanan Kapal dari Belanda
A A A
PONTIANAK - Salah satu usaha galangan kapal nasional, PT Steadfast Marine berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat, mendapat pesanan kapal berteknologi tinggi dari Belanda. Mereka bahkan siap melakukan serah terima kapal pengeruk atau kapal trailing suction hopper dredger TSHD-2500 sebesar 16,7 juta euro atau senilai Rp288 miliar kepada Damen Shipyard.

Direktur Utama PT Steadfast Marine, Eddy Kurniawan Logam mengatakan, kerja sama dengan perusahaan Belanda Damen Shipyard telah dilakukan sejak 2008 melalui pemesanan pembuatan berbagai jenis kapal.

"Kita telah lama mendapatkan kepercayaan dari Damen. Namun, kali ini istimewa sebab, kapal yang kami buat merupakan kapal dengan pembuatan teknologi tinggi yang kami bikin di Indonesia," kata Eddy, usai serah terima kapal yang berlangsung di galangan PT Steadfast Marine di Pontianak, Kalimantan Barat, akhir pekan.

Menurut Eddy, pihaknya telah mampu memenuhi klasifikasi sebagaimana yang diinginkan pemesan, sehingga diharapkan mampu mampu mendorong industri galangan kapal nasional lainnya. Kapal tersebut merupakan kapal ke enam yang telah dirampungkan.

"Tapi untuk jenis kapal keruk, ini baru pertama yang kami buat dan diserahterimakan. Kami berharap ini juga bisa mendorong Industri galangan kapal lainnya agar membuat kapal ekspor lainnya, sekaligus meningkatkan kepercayaan di dalanm negeri bahwa galangan kapal sudah mampu membuat berbagai jenis kapal sesuai dengan kebutuhan," ujar Eddy, yang juga Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo).

Sementara, perwakilan dari Damen Shipyard Indonesia, Willy Basoeki mengatakan, kualitas kapal yang dibuat kali ini, jauh lebih baik dari yang ditentukan pembeli dan Badan Klasifikasi Kapal.

"Ini bisa menjadi produk kebanggaan di Indonesia. Sebab, tak banyak galangan mampu membuat kapal pengeruk karena teknologinya sudah maju," katanya.

Kapal keruk berdaya 3.000 Bkw tersebut, memiliki panjang 80,3 meter dan lebar 16,2 meter dengan kapasitas 2.800 ton. Kapal tersebut dibuat dengan dukungan 300 karyawan dan diselesaikan dalam masa waktu 18 bulan.

Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Hasbi Assidiq Syamsuddin mengatakan, tahun ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan masih akan memesan kapal sebanyak 70 kapal terdiri dari berbagai jenis. Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah menyukseskan program poros maritim dalam lima tahun mendatang.

"Dibutuhkan 500 kapal dalam lima tahun mendatang untuk menyukseskan program poros maritim yang digagas pemerintah. Diharapkan kebutuhan kapal oleh pemerintah mampu dipasok oleh industri galangan kapal di dalam negeri dimana secara bertahap tahun ini pemerintah akan membuka tender untuk pemesanan 70 kapal," ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa industri galangan kapal yang ada di Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 250 perusahaan yang tersebsar di berbagai wilayah dengan dominasi galangan masih berada di Pulau Jawa dan Batam.

"Kini kemampuan di luar Jawa maupun Batam juga sudah mulai kelihatan. Kita harapkan industri ini terus tumbuh dan berkembang, mengingat besarnya potensi penggunaan kapal di sektor maritim," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, INSA akan terus mendorong dan mengupayakan penggunaan produk kapal dari galangan kapal nasional.

Namun, dia juga berharap pemerintah bisa memberikan kontribusi di sektor galangan dengan memberikan fasilitas insentif yang mampu mendorong bertumbuhya industri tersebut.

"Sekarang, kalau pengusaha pemilik kapal, akan mendorong penggunaan kapal produk galangan kapal nasional. Namun supaya harganya juga bersaing, pemerintah harus juga bisa memberikan kemudahan-kemudahan, terutama di sektor perbankan dengan memberikan bunga bank yang tidak terlalu tinggi, mengingat industri ini padat modal, pemerintah harus mampu intervensi," ujarnya.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ada ribuan kapal di Indonesia yang telah beroperasi dengan berbendera Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, penggunaan kapal produksi galangan kapal nasional hanya berkisar 10%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Industri Galangan Kapal...
Industri Galangan Kapal Terus Menggeliat Jawab Keraguan Presiden
Purbaya Sentil Impor...
Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Orang Kita Jago, Cuma Tak Dikasih Kesempatan
BKI Tingkatkan Kompetensi...
BKI Tingkatkan Kompetensi di 14 Industri Galangan Kapal
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
27 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved