Kawasan Asia Ini Diimbau Tingkatkan Infrastruktur
Senin, 13 April 2015 - 14:35 WIB
Kawasan Asia Ini Diimbau Tingkatkan Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Ekonom World Bank atau Bank Dunia Sudhir Shetty mengimbau kawasan Asia Timur dan Pasifik dalam jangka menengah sebaiknya meningkatkan dan memperluas infrastruktur fisik. Selain itu, memperluas akses masyarakat ke pendidikan tinggi dan layanan kesehatan.
Menurutnya, hal tersebut untuk jangka panjang, negara-negara tersebut harus menemukan jalan untuk mempertahankan perbaikan produktivitas, menanggung biaya layanan kesehatan dan memperbesar alokasi dana untuk program jaminan sosial.
"Bagi kebanyakan perekonomian di Asia Timur yang besar, upaya untuk meningkatkan pendapatan dan merekstrukturasi pengeluaran bisa mengisi kekurangan investasi infrastruktur," ujarnya, Senin (13/4/2015).
Selain itu, juga dijelaskan harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk perlindungan sosial dan program asuransi. Dengan kondisi yang saat ini sudah tertekan akibat populasi penduduk yang semakin menua.
Dia menambahkan, harga minyak yang menurun menciptakan kesempatan bagi pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM dan meningkatkan pajak energi. Bagi negara di Asia Timur dan Pasifik, subsidi BBM dari berbagai pengeluaran pajak telah merugikan belanja publik dan melemahkan neraca berjalan.
"Beberapa negara seperti Indonesia dan Malaysia baru-baru ini mengambil langkah penting untuk mengurangi subsidi BBM. Namun momentum tersebut patut diperluas dan diperkuat, bahkan ketika harga minyak kembali naik," pungkas Shetty.
Menurutnya, hal tersebut untuk jangka panjang, negara-negara tersebut harus menemukan jalan untuk mempertahankan perbaikan produktivitas, menanggung biaya layanan kesehatan dan memperbesar alokasi dana untuk program jaminan sosial.
"Bagi kebanyakan perekonomian di Asia Timur yang besar, upaya untuk meningkatkan pendapatan dan merekstrukturasi pengeluaran bisa mengisi kekurangan investasi infrastruktur," ujarnya, Senin (13/4/2015).
Selain itu, juga dijelaskan harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk perlindungan sosial dan program asuransi. Dengan kondisi yang saat ini sudah tertekan akibat populasi penduduk yang semakin menua.
Dia menambahkan, harga minyak yang menurun menciptakan kesempatan bagi pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM dan meningkatkan pajak energi. Bagi negara di Asia Timur dan Pasifik, subsidi BBM dari berbagai pengeluaran pajak telah merugikan belanja publik dan melemahkan neraca berjalan.
"Beberapa negara seperti Indonesia dan Malaysia baru-baru ini mengambil langkah penting untuk mengurangi subsidi BBM. Namun momentum tersebut patut diperluas dan diperkuat, bahkan ketika harga minyak kembali naik," pungkas Shetty.
(izz)
Lihat Juga :