BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5,8%
Selasa, 14 April 2015 - 19:01 WIB
BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5,8%
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ke depan ada risiko pertumbuhan ekonomi pada tahun ini mengarah ke batas bawah di kisaran 5,4-5,8%.
Pencapaian tingkat pertumbuhan tersebut dipengaruhi seberapa besar dan cepat realisasi berbagai proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah, selain tingkat konsumsi serta ekspor secara gradual.
"Namun di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2015 diperkirakan masih moderat dan mulai kembali meningkat pada kuartal II/2015," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Dia menuturkan, konsumsi diperkirakan masih cukup kuat pada kuartal I/2015, sementara ekspor dan investasi mengindikasikan kecenderungan yang melambat.
Sementara itu, pengeluaran pemerintah diperkirakan masih tumbuh terbatas sesuai pola realisasi di awal tahun dan baru akan meningkat mulai kuartal II/2015 dan seterusnya.
Di sisi lain, ekspor diperkirakan masih terkontraksi, meskipun mulai mengalami perbaikan, sejalan dengan masih lemahnya harga komoditas dan melambatnya permintaan dunia, khususnya untuk produk manufaktur.
"Pertumbuhan investasi juga diperkirakan masih tertahan, meskipun akan meningkat pada kuartal II/2015 dan kuartal berikutnya seiring dengan semakin meningkatnya belanja modal pemerintah pada proyek-proyek infrastruktur," jelasnya.
Neraca perdagangan pada Maret 2015 diperkirakan kembali mencatat surplus, terutama didorong oleh surplus non-migas.
Pada Maret 2015, kata Tirta, surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan meningkat dibandingkan pencapaian surplus pada bulan sebelumnya, terutama ditopang surplus neraca non-migas.
Sementara itu, pada periode Januari-Maret 2015 defisit neraca migas mengalami penurunan sebagai implikasi dari reformasi subsidi yang ditempuh pemerintah.
Menurut Tirta, BI meyakini surplus neraca perdagangan pada Januari-Maret 2015 sesuai dengan perkiraan defisit transaksi berjalan kuartal I/2015 yang akan jauh lebih rendah dari kuartal IV/2014.
Pencapaian tingkat pertumbuhan tersebut dipengaruhi seberapa besar dan cepat realisasi berbagai proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah, selain tingkat konsumsi serta ekspor secara gradual.
"Namun di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2015 diperkirakan masih moderat dan mulai kembali meningkat pada kuartal II/2015," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Dia menuturkan, konsumsi diperkirakan masih cukup kuat pada kuartal I/2015, sementara ekspor dan investasi mengindikasikan kecenderungan yang melambat.
Sementara itu, pengeluaran pemerintah diperkirakan masih tumbuh terbatas sesuai pola realisasi di awal tahun dan baru akan meningkat mulai kuartal II/2015 dan seterusnya.
Di sisi lain, ekspor diperkirakan masih terkontraksi, meskipun mulai mengalami perbaikan, sejalan dengan masih lemahnya harga komoditas dan melambatnya permintaan dunia, khususnya untuk produk manufaktur.
"Pertumbuhan investasi juga diperkirakan masih tertahan, meskipun akan meningkat pada kuartal II/2015 dan kuartal berikutnya seiring dengan semakin meningkatnya belanja modal pemerintah pada proyek-proyek infrastruktur," jelasnya.
Neraca perdagangan pada Maret 2015 diperkirakan kembali mencatat surplus, terutama didorong oleh surplus non-migas.
Pada Maret 2015, kata Tirta, surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan meningkat dibandingkan pencapaian surplus pada bulan sebelumnya, terutama ditopang surplus neraca non-migas.
Sementara itu, pada periode Januari-Maret 2015 defisit neraca migas mengalami penurunan sebagai implikasi dari reformasi subsidi yang ditempuh pemerintah.
Menurut Tirta, BI meyakini surplus neraca perdagangan pada Januari-Maret 2015 sesuai dengan perkiraan defisit transaksi berjalan kuartal I/2015 yang akan jauh lebih rendah dari kuartal IV/2014.
(dmd)
Lihat Juga :