Subsidi Langsung Elpiji 3 Kg Tambah Beban Rakyat

Selasa, 14 April 2015 - 20:07 WIB
Subsidi Langsung Elpiji...
Subsidi Langsung Elpiji 3 Kg Tambah Beban Rakyat
A A A
JAKARTA - Pengamat menilai rencana subsidi langsung elpiji 3 kilogram (kg) melalui Program Kartu Indonesia Sejahtera (PKIS) tanpa jaminan harga di seluruh Indonesia hanya akan menambah beban rakyat.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, saat ini yang diperlukan masyarakat adalah jaminan harga dan pasokan elpiji 3 kg, bukan pengalihan subsidi langsung melalui PKIS.

Pemerintah, lanjut dia, seharusnya lebih menekankan jaminan ketersediaan elpiji 3 kg sehingga dapat diperoleh dengan mudah dan terjangkau masyarakat kurang mampu.

"Jika tidak, subsidi langsung melalui PKIS hanya akan menambah beban masyarakat. Di samping itu masalah beban subsidi tidak selesai," ujarnya, di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Sofyano memandang, persoalan mendasar bagi masyarakat adalah harga beli tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM dan bupati/walikota).

Sementara bagi pemerintah permasalahan elpiji nyaris selalu dilihat dari sudut beban subsidi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga dianggap memberatkan anggaran.

"Kebijakan pemberian subsidi langsung elpiji 3 kg tanpa menata ulang distribusi dan mengatur HET hanya akan mengalihkan beban subsidi kepada masyarakat," tegasnya.

Menurut Sofyano, kebijakan yang tepat adalah pemerintah menaikkan harga elpiji 3 kg dibarengi jaminan HET elpiji 3 kg yang berlaku sama di seluruh wilayah Indonesia, seperti harga BBM yang berlaku sama di seluruh SPBU. Hal itu dinilai sebagai langkah tepat untuk menekan subsidi daripada mengambil kebijakan subsidi langsung melalui PKIS.

"Sepanjang pemerintah mampu menjamin HET, masyarakat pengguna elpiji 3 kg diyakini tidak akan bereaksi keras jika harga elpiji 3 kg dinaikkan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Disimpan di dalam Kitchen...
Disimpan di dalam Kitchen Set, Tabung Melon Meledak
Transaksi Gas LPG Bersubsidi...
Transaksi Gas LPG Bersubsidi di Pangandaran Bakal Diperketat
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved