Menkeu Apresiasi Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan

Rabu, 15 April 2015 - 22:00 WIB
Menkeu Apresiasi Bea...
Menkeu Apresiasi Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengapresiasi tim penyidik Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KDJBC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Itu karena berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah banyak. Dalam dua bulan ini, Bea Cukai bandara internasional tersebut sudah menyita 15.809 gram shabu atau senilai Rp31,6 miliar.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya pada segenap jajaran Bea Cukai Soekarno Hatta atas kerja samanya dan dengan dukungan dari saudara-saudara semua kita harap mereka tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa mencegah penyelundupan dalam skala lebih besar," ungkapnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Menkeu Bambang juga berterima kasih kepada pihak yang membantu, di antaranya lembaga otoritas bandara, khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian RI, Polres Bandara, dan Angkasa Pura II.

Sejak Maret hingga April 2015, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pabean Soekarno-Hatta berhasil melakukan penggagalan delapan kasus upaya penyelundupan barang terlarang berupa narkotika di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebagian besar narkotika yang diselundupkan merupakan jenis methamphetamine atau biasa dikenal dengan shabu.

Bambang menyatakan, barang haram ini kebanyakan berasal dari Malaysia, China (Shenzen) dan Dubai. Sedangkan pelakunya mayoritas merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"Ini asalnya dari Malaysia, China, Dubai. Sedangkan pelakunya sebagian besar WNI, kemudian warga negara Hongkong, dan warga negara Kenya," kata dia.

Hasil penangkapan telah diserahkan ke pihak kepolisian bandara dan dilaporkan ke BNN untuk penanganan lebih lanjut.

"Kita sudah diserahkan ke Polresta Soekarno-Hatta dan BNN untuk ditindaklanjuti," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
54 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved