IHSG Diperkirakan Variatif Mencoba Menguat
Kamis, 16 April 2015 - 08:09 WIB
IHSG Diperkirakan Variatif Mencoba Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak variatif (mixed) cenderung mencoba menguat.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menjelaskan, IHSG secara teknikal terlihat tertahan pada support MA50 meskipun break out support lower bollinger bands. Indikator stochastic masih bergerak melemah terbatas mendekati area oversold dan indikator RSI memberikan kondisi momentum yang masih cukup negatif.
"IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak dengan range 5.400-5.480," kata dia, Kamis (16/4/2015).
Sementara IHSG kemarin kembali mengalami pelemahan sebesar 0,08% ke level 5.414,55. Pelemahan ini juga diiringi aksi jual investor asing sebesar Rp502,69 miliar, sehingga pada empat hari ke belakang di bulan April ini investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp1,62 triliun.
"Menghapus sekitar 80% dari capital inflow pada bulan April 2015. Rupiah yang masih terdepresiasi terburuk setelah ringgit dan data ekonomi yang kurang begitu positif yang menjadi faktor meningkatnya capital out flow di awal kuartal 2-2015," ujarnya.
Selain itu, tingkat suku bunga ditahan pada level 7,5% meningkatkan kekhawatiran pada pertumbuhan kredit baru di kuartal I/2015.
Dia menyampaikan sentimen yang menjadi fokus investor, di antaranya data pinjaman baru, produk industri capital inflow, penjualan eceran dan GDP di China. Dari dalam negeri adalah rilis data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami peningkatan pada ekspor.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menjelaskan, IHSG secara teknikal terlihat tertahan pada support MA50 meskipun break out support lower bollinger bands. Indikator stochastic masih bergerak melemah terbatas mendekati area oversold dan indikator RSI memberikan kondisi momentum yang masih cukup negatif.
"IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak dengan range 5.400-5.480," kata dia, Kamis (16/4/2015).
Sementara IHSG kemarin kembali mengalami pelemahan sebesar 0,08% ke level 5.414,55. Pelemahan ini juga diiringi aksi jual investor asing sebesar Rp502,69 miliar, sehingga pada empat hari ke belakang di bulan April ini investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp1,62 triliun.
"Menghapus sekitar 80% dari capital inflow pada bulan April 2015. Rupiah yang masih terdepresiasi terburuk setelah ringgit dan data ekonomi yang kurang begitu positif yang menjadi faktor meningkatnya capital out flow di awal kuartal 2-2015," ujarnya.
Selain itu, tingkat suku bunga ditahan pada level 7,5% meningkatkan kekhawatiran pada pertumbuhan kredit baru di kuartal I/2015.
Dia menyampaikan sentimen yang menjadi fokus investor, di antaranya data pinjaman baru, produk industri capital inflow, penjualan eceran dan GDP di China. Dari dalam negeri adalah rilis data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami peningkatan pada ekspor.
(rna)
Lihat Juga :