Konsumsi BBM Pembangkit PLN Capai 1,4 Juta Kl
Kamis, 16 April 2015 - 08:58 WIB
Konsumsi BBM Pembangkit PLN Capai 1,4 Juta Kl
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyebutkan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik hingga kuartal I/2015 telah mencapai 1,4 juta kiloliter (kl). Konsumsi selama Januari-Maret 2015 itu mencapai 25,4% dari target konsumsi sepanjang tahun ini sebesar 5,5 juta kl.
”Realisasi konsumsi BBM kuartal pertama tahun ini turun 24% dibanding periode yang sama 2014 sebesar 1,84 juta kl. Hingga akhir 2015 saya perkirakan konsumsi BBM tidak sampai 5,5 juta kl,” kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki di Jakarta kemarin. Menurut dia, target konsumsi BBM tahun ini juga jauh di bawah tahun lalu, yang mencapai 7,2 juta kl.
Salah satu faktornya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Medan, Sumatera Utara, diperkirakan hanya mengonsumsi BBM sebesar 1,3 juta kl, turun drastis dibandingkan konsumsi tahun lalu yang mencapai 3 juta kl. Tidak hanya itu, konsumsi BBM pembangkit di Jawa-Bali juga berkurang sekitar 100.000 kl, seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Benoa dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Bali.
PLTG Benoa dan PLTU Celukan Bawang yang mulai beroperasi pada pertengahan 2015 akan mengurangi pemakaian BBM di sistem Jawa-Bali dari 900.000kl menjadi400.000- 500.000 kl. Penurunan konsumsi BBM pembangkit PLN juga didorong mulai beroperasinya terminal penerimaan dan regasifikasigasalamcair( LNG) diArun, Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut dia, tahun ini PLN menargetkan konsumsi gas pembangkit meningkat 6% menjadi 475 TBTU dibanding realisasi konsumsi 2014 sebesar 445 TBTU. ”Gas per 31 Maret 2015 sebanyak 110 TBTU, perkiraan saya akhir tahun 2015 bisa 475 TBTU,” kata dia. Di sisi lain, PLN juga mencatat konsumsi batu bara untuk pembangkit hingga kuartal I/2015 mencapai 11,7 juta ton.
Konsumsi batu bara pada tiga bulan pertama tahun ini turun 33% dibanding periode yang sama 2014 sebesar 17,5 juta ton. Hingga akhir tahun, konsumsi batu bara diperkirakan mencapai 50 juta ton. Kepala Divisi Batu Bara PLN Helmy Najamudin mengatakan, kebutuhan batu bara untuk mengoperasikan seluruh PLTU pada tahun ini mencapai 82 juta ton, naik 17,1% dibanding realisasi 2014 sebesar 70 juta ton.
”Angka itu mencakup seluruh PLTU yang dioperasikan PLN dan IPP (independent power producer) di seluruh Indonesia,” pungkasnya. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, pada Maret 2015 penjualan listrik tercatat sebesar 16,74 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,6% dibandingkan Maret 2014 sebesar 16,16 TWh. ”Melihat perkembangan pertumbuhan listrik pada bulan Maret itu, sepertinya ada harapan ke depan penjualan akan semakin membaik,” ujarnya.
Apalagi, pada Maret 2015 konsumsi kelompok pelanggan bisnis seperti mal bisa tumbuh 12,9% dibanding konsumsi Maret 2014. Di sisi lain, pertumbuhan pelanggan industri tercatat hanya 3,5% pada Maret 2015 dibanding Maret 2014. Sesuai APBN Perubahan 2015, volume penjualan listrik ditargetkan sebesar 216,39 TWh atau tumbuh 9% dibandingkan APBN Perubahan 2014 sebesar 198,52 TWh.
Nanang wijayanto
”Realisasi konsumsi BBM kuartal pertama tahun ini turun 24% dibanding periode yang sama 2014 sebesar 1,84 juta kl. Hingga akhir 2015 saya perkirakan konsumsi BBM tidak sampai 5,5 juta kl,” kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki di Jakarta kemarin. Menurut dia, target konsumsi BBM tahun ini juga jauh di bawah tahun lalu, yang mencapai 7,2 juta kl.
Salah satu faktornya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Medan, Sumatera Utara, diperkirakan hanya mengonsumsi BBM sebesar 1,3 juta kl, turun drastis dibandingkan konsumsi tahun lalu yang mencapai 3 juta kl. Tidak hanya itu, konsumsi BBM pembangkit di Jawa-Bali juga berkurang sekitar 100.000 kl, seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Benoa dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Bali.
PLTG Benoa dan PLTU Celukan Bawang yang mulai beroperasi pada pertengahan 2015 akan mengurangi pemakaian BBM di sistem Jawa-Bali dari 900.000kl menjadi400.000- 500.000 kl. Penurunan konsumsi BBM pembangkit PLN juga didorong mulai beroperasinya terminal penerimaan dan regasifikasigasalamcair( LNG) diArun, Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut dia, tahun ini PLN menargetkan konsumsi gas pembangkit meningkat 6% menjadi 475 TBTU dibanding realisasi konsumsi 2014 sebesar 445 TBTU. ”Gas per 31 Maret 2015 sebanyak 110 TBTU, perkiraan saya akhir tahun 2015 bisa 475 TBTU,” kata dia. Di sisi lain, PLN juga mencatat konsumsi batu bara untuk pembangkit hingga kuartal I/2015 mencapai 11,7 juta ton.
Konsumsi batu bara pada tiga bulan pertama tahun ini turun 33% dibanding periode yang sama 2014 sebesar 17,5 juta ton. Hingga akhir tahun, konsumsi batu bara diperkirakan mencapai 50 juta ton. Kepala Divisi Batu Bara PLN Helmy Najamudin mengatakan, kebutuhan batu bara untuk mengoperasikan seluruh PLTU pada tahun ini mencapai 82 juta ton, naik 17,1% dibanding realisasi 2014 sebesar 70 juta ton.
”Angka itu mencakup seluruh PLTU yang dioperasikan PLN dan IPP (independent power producer) di seluruh Indonesia,” pungkasnya. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, pada Maret 2015 penjualan listrik tercatat sebesar 16,74 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,6% dibandingkan Maret 2014 sebesar 16,16 TWh. ”Melihat perkembangan pertumbuhan listrik pada bulan Maret itu, sepertinya ada harapan ke depan penjualan akan semakin membaik,” ujarnya.
Apalagi, pada Maret 2015 konsumsi kelompok pelanggan bisnis seperti mal bisa tumbuh 12,9% dibanding konsumsi Maret 2014. Di sisi lain, pertumbuhan pelanggan industri tercatat hanya 3,5% pada Maret 2015 dibanding Maret 2014. Sesuai APBN Perubahan 2015, volume penjualan listrik ditargetkan sebesar 216,39 TWh atau tumbuh 9% dibandingkan APBN Perubahan 2014 sebesar 198,52 TWh.
Nanang wijayanto
(bbg)