IMF Puji Strategi Ekonomi Inggris

Sabtu, 18 April 2015 - 10:44 WIB
IMF Puji Strategi Ekonomi...
IMF Puji Strategi Ekonomi Inggris
A A A
LONDON - Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memuji strategi ekonomi Pemerintah Inggris. Saat berbicara dalam pertemuan IMF di Washington dia menyatakan, ”Jelas apa yang sedang terjadi, di Inggris sudah bekerja.”

Lagarde menepis perbedaan antara kalkulasi IMF tentang defisit di masa depan dan lebih optimistis sesuai paparan Kantor untuk Tanggung Jawab Anggaran (OBR). Dia menyatakan bahwa data-data itu sebenarnya sama tapi dikalkulasi secara berbeda. Lagarde menyampaikan pernyataan tersebut saat bersama Menteri Keuangan Inggris George Osborne dan Menkeu Jerman Wolfgang Schaeuble.

”Secara umum dalam semua pemilu, berbagai tim menyediakan hipotesis tentang proyeksi defisit di masa depan, atau di sisi kekhawatiran dan asumsi tentang apa yang diumumkan itu tidak akan atau bisa saja terjadi,” tutur Lagarde, dikutip BBC . Lagarde menambahkan, otoritas Inggris telah berupaya menyusun keseimbangan yang tepat antara pemangkasan belanja dan kenaikan pendapatan.

”Ini jelas memberikan hasil karena saat kita melihat tingkat pertumbuhan komparatif yang diberikan berbagai negara di Eropa, jelas apa yang terjadi di Inggris telah bekerja,” ujar Lagarde. IMF memprediksi, Inggris akan mengalami defisit 7 miliar poundsterling pada 2019- 2020. Adapun, OBR memperkirakan akan surplus 7 miliar poundsterling. Kendati itu data yang besar, perbedaannya hanya 0,6% dari produk domestik bruto (PDB).

Lagarde menuturkan, pada pekan ini perundingan yang bertujuan menyusun rencana untuk mencegah krisis mulai menjadi kenyataan. ”Berita bagusnya ialah pemulihan global berlanjut. Berita yang tidak sangat bagus ialah pertumbuhan tetap moderat dan tidak merata,” katanya. IMF memproyeksikan pertumbuhan secara keseluruhan hanya rendah dan menurunkan prospek untuk beberapa negara.

Prediksi untuk Amerika Serikat (AS) dipangkas dari 3,6% menjadi 3,1% untuk 2015, saat para ekonom IMF yakin peningkatan tajam dalam nilai dolar akan membuat ekspor AS kurang kompetitif. IMF juga mengkhawatirkan guncangan baru di pasar keuangan yang dapat terjadi jika Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) akhirnya menaikkan suku bunga tahun ini. Adapun, pengangguran Inggris turun ke level terendah sejak Juli 2008.

”Data pengangguran turun 76.000 menjadi 1,84 juta dalam tiga bulan hingga Februari,” ungkap Kantor Statistik Nasional (ONS). Itu artinya, tingkat pengangguran turun menjadi 5,6% sesuai proyeksi. Level tersebut 1,3% lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2014 dan turun dari 7,9% pada pemilu sebelumnya pada 2010.

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pencari kerja pada Maret turun sebesar 20.700 menjadi 772.400. Samuel Tombs, ekonom senior Inggris di Capital Economics, mengatakan bahwa tingkat pengangguran akan terus turun dalam beberapa bulan mendatang.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved