Data Global Diharapkan Minimalisir Pelemahan IHSG
Minggu, 19 April 2015 - 10:50 WIB
Data Global Diharapkan Minimalisir Pelemahan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diharapkan dapat diminimalisir dengan dirilisnya sejumlah data global yang positif.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola separating lines menuju area middle bollinger band (MBB). MACD gagal bertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, stochastic, dan William’s %R gagal bergerak naik dan berbalik turun.
IHSG pekan depan diprediksi akan berada pada rentang support 5.370-5.389 dan resisten 5.455-5.488. Sementara IHSG pada pekan ini berada di bawah area target support 5.450-5.480 dan gagal mendekati area target resisten 5.517-5.536.
"Dari sisi tren, masih dimungkinkan untuk terjadinya pelemahan lanjutan namun, kita harapkan adanya rils data-data global yang dapat positif setidaknya dapat meminimalisir peluang pelemahan tersebut," kata dia, Minggu (19/4/2015).
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada pekan depan, seperti BJBR, SSMS, WSKT, SMCB, BBTN, RALS, SMGR, SRIL, AKRA, BEST dan ADHI.
Sementara data ekonomi yang layak diperhatikan, yakni dari China, berupa house price index, HSBC manufacturing PMI; Australia ada data RBA meeting’s minutes; Korea Selatan, berupa data PPI, GDP growth rate; Jepang, yaitu Tankan index, tertiary industry index, balance of trade exports, imports, leading composite index, market manufacturing PMI.
Sedangkan data dari Jerman, PPI, ZEW economic sentiment index, markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI; Prancis, ada markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI.
Selain itu, Spanyol berupa data unemployment rate; Inggris, MPC meeting minutes, retail sales; Italia ada data industrial orders, retail sales, current account; dan zona Eropa, yakni construction output, ZEW economic sentiment index, consumer confidence, markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI.
Data dari Amerika Serikat (AS), yakni Chicago Fed national activity index, MBA mortgage applications, house price index, existing home sales, initial jobless claims dan new home sales.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola separating lines menuju area middle bollinger band (MBB). MACD gagal bertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, stochastic, dan William’s %R gagal bergerak naik dan berbalik turun.
IHSG pekan depan diprediksi akan berada pada rentang support 5.370-5.389 dan resisten 5.455-5.488. Sementara IHSG pada pekan ini berada di bawah area target support 5.450-5.480 dan gagal mendekati area target resisten 5.517-5.536.
"Dari sisi tren, masih dimungkinkan untuk terjadinya pelemahan lanjutan namun, kita harapkan adanya rils data-data global yang dapat positif setidaknya dapat meminimalisir peluang pelemahan tersebut," kata dia, Minggu (19/4/2015).
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada pekan depan, seperti BJBR, SSMS, WSKT, SMCB, BBTN, RALS, SMGR, SRIL, AKRA, BEST dan ADHI.
Sementara data ekonomi yang layak diperhatikan, yakni dari China, berupa house price index, HSBC manufacturing PMI; Australia ada data RBA meeting’s minutes; Korea Selatan, berupa data PPI, GDP growth rate; Jepang, yaitu Tankan index, tertiary industry index, balance of trade exports, imports, leading composite index, market manufacturing PMI.
Sedangkan data dari Jerman, PPI, ZEW economic sentiment index, markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI; Prancis, ada markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI.
Selain itu, Spanyol berupa data unemployment rate; Inggris, MPC meeting minutes, retail sales; Italia ada data industrial orders, retail sales, current account; dan zona Eropa, yakni construction output, ZEW economic sentiment index, consumer confidence, markit composite PMI, market manufacturing PMI, market service PMI.
Data dari Amerika Serikat (AS), yakni Chicago Fed national activity index, MBA mortgage applications, house price index, existing home sales, initial jobless claims dan new home sales.
(rna)
Lihat Juga :