Kekhawatiran Default Yunani Meningkat, USD Menguat
Selasa, 21 April 2015 - 09:50 WIB
Kekhawatiran Default Yunani Meningkat, USD Menguat
A
A
A
TOKYO - Dolar Amerika Serikat (USD) menguat karena merosotnya euro akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan gagal bayar (default) Yunani terhadap utangnya, sehingga akan menyebabkannya keluar dari zona Eropa.
Nilai tukar euro terhadap euro berada di 1,0739, setelah meluncur 0,7% semalam. Mata uang euro terpukul setelah entitas sektor publik di Yunani diperintahkan untuk menransfer cadangan siaga untuk bank sentral demi membantu meringankan beban utang.
Yunani sedang dalam negosiasi dengan mitra zona Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk melakukan reformasi ekonomi, untuk kembali memberi dana talangan sebelum bangkrut dan kehilangan kemampuan membayar utang.
Perkembangan terbaru dalam utang Yunani memberi imbas negatif pada euro, yang telah membukukan kenaikan empat hari berturut-turut terhadap USD di tengah mundurnya estimasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Juni mendatang.
"Jatuhnya euro karena faktor teknis dan fundamental. Secara teknis, euro secara rata-rata telah menguat 21 hari, sehingga rentan terhadap aksi ambil untung," kata analis pasar di IG Securities Junichi Ishikawa seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/4/2015).
Secara fundamental, akibat penurunan imbal hasil obligasi Jerman. Hal itu, dia menuturkan, menunjukkan bahwa tanpa faktor fundamental terbaru maka akan sulit bagi euro untuk meyakinkan kenaikan rata-rata di atas 21 hari.
Euro babak belur akibat survei akan dirilisnya sentimen ekonomi ZEW Jerman. USD naik tipis 0,1% menjadi 119,29 yen. Sementara dolar Australia terhadap USD turun 0,3% menjadi 0,7703.
Nilai tukar euro terhadap euro berada di 1,0739, setelah meluncur 0,7% semalam. Mata uang euro terpukul setelah entitas sektor publik di Yunani diperintahkan untuk menransfer cadangan siaga untuk bank sentral demi membantu meringankan beban utang.
Yunani sedang dalam negosiasi dengan mitra zona Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk melakukan reformasi ekonomi, untuk kembali memberi dana talangan sebelum bangkrut dan kehilangan kemampuan membayar utang.
Perkembangan terbaru dalam utang Yunani memberi imbas negatif pada euro, yang telah membukukan kenaikan empat hari berturut-turut terhadap USD di tengah mundurnya estimasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Juni mendatang.
"Jatuhnya euro karena faktor teknis dan fundamental. Secara teknis, euro secara rata-rata telah menguat 21 hari, sehingga rentan terhadap aksi ambil untung," kata analis pasar di IG Securities Junichi Ishikawa seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/4/2015).
Secara fundamental, akibat penurunan imbal hasil obligasi Jerman. Hal itu, dia menuturkan, menunjukkan bahwa tanpa faktor fundamental terbaru maka akan sulit bagi euro untuk meyakinkan kenaikan rata-rata di atas 21 hari.
Euro babak belur akibat survei akan dirilisnya sentimen ekonomi ZEW Jerman. USD naik tipis 0,1% menjadi 119,29 yen. Sementara dolar Australia terhadap USD turun 0,3% menjadi 0,7703.
(rna)