Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Rp2,43 Triliun

Selasa, 21 April 2015 - 17:05 WIB
Anak Usaha ABM Investama...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Rp2,43 Triliun
A A A
JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama (CK) meraih kontrak baru jasa pertambangan senilai lebih dari USD187 juta atau setara Rp2,43 triliun (kurs Rp13.000/USD) dari PT Adidaya Tangguh.

Presiden Direktur CK Irfan Setiaputra mengatakan, kontrak kerja yang berlaku hingga 2023 merupakan kontrak pertama CK di sektor pertambangan mineral bijih besi.

Melalui kontrak tersebut, CK akan memberikan layanan jasa pertambangan, seperti pengupasan lahan (overburden removal), pengangkutan bijih besi serta penyewaan alat berat di tambang bijih besi Adidaya Tangguh yang terletak di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Selama masa kontrak, CK ditargetkan mampu meraih produksi pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup lebih dari 13 juta bcm dan menyewakan alat untuk produksi bijih besi lebih dari 21 juta metrik ton (MT), yang terletak di areal tambang seluas 100 hektare (ha). Bijih besi tersebut akan dilanjutkan pengolahannya di pabrik pengolahan bijih besi di Pulau Taliabu.

"Kontrak baru dengan Adidaya Tangguh menjadi kontrak pionir CK pada sektor nonbatu bara, khususnya di bidang pertambangan bijih besi," kata Irfan dalam rilisnya, Selasa (21/4/2015).

Keberhasilan ini merupakan langkah strategis, perseroan untuk tetap menjaga kinerja positif perusahaan di tengah industri batu bara yang masih belum menguat sekaligus untuk membuka peluang lebih besar bagi CK untuk memberikan jasa bagi lebih banyak klien di sektor pertambangan mineral lainnya.

Dengan ditopang oleh ABM Investama sebagai induk usahanya, CK memiliki fundamental bisnis yang solid. Perusahaan yang berdiri pada 1997 tersebut merupakan salah satu pemain utama di bisnis jasa pertambangan Indonesia.

Untuk memperkuat bisnisnya, CK sejak 2013 mulai melakukan diversifikasi ke sektor jasa konstruksi, seperti konstruksi infrastruktur tambang, jalan tol, bendungan serta minyak dan gas (migas).

Upaya memperluas portofolio juga dilakukan dengan menengok bidang usaha lain dengan kompetensi serupa yang dimiliki saat ini, peluang di bidang pertambangan nonbatu bara.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ABM Investama Perkuat...
ABM Investama Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Anak Usaha ABM Investama...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Jasa Logistik dari Vale
Kementerian ESDM Beri...
Kementerian ESDM Beri Penghargaan ABM Investama Good Mining Practice
Praktikkan Kaidah Pertambangan...
Praktikkan Kaidah Pertambangan yang Baik, Grup ABM Raih Aditama
ABM Investama Kantongi...
ABM Investama Kantongi Kontrak Rp1,65 Triliun, Buat Apa?
Ekspor Batu Bara Diyakini...
Ekspor Batu Bara Diyakini Masih Akan Tumbuh Positif
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
16 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved