WTON Raih Kontrak Rp250 M pada Awal Kuartal II
Kamis, 23 April 2015 - 13:56 WIB
WTON Raih Kontrak Rp250 M pada Awal Kuartal II
A
A
A
JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk (WTON) menyatakan sampai pekan ketiga bulan ini, perseroan telah mengantongi perolehan kontrak senilai Rp250 miliar.
Direktur Utama WTON Wilfred Imanuel A Singkali menjelaskan proyek tersebut didapat melalui swasta, yakni proyek dari Osaka Steel.
"Tiga minggu ini kita dapat kontrak Rp250 miliar. Di antaranya dari proyek Asahimas dari Jepang. Sementara portofolio kontrak di kuartal I banyak swasta dan BUMN yaitu industrial plan dan oil chemical," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Dia menjelaskan, perolehan pada kuartal I memang di bawah dari periode yang sama tahun sebelumnya. "Kuartal I tahun sebelumnya Rp650 miliar, karena banyak proyek yang belum jalan. Semester dua akan bergerak penuh," jelas Wilfred.
Bertambahnya nilai proyek tersebut, total kontrak on hand yang diperoleh perseroan hingga saat ini mencapai Rp750 miliar. Serta ditambah carry over dari tahun lalu yang sebesar Rp1 triliun.
"Omzet sampai minggu lalu Rp1,75 triliun, dari rencana carry over Rp1 triliun ditambah kontrak baru Rp400 miliar dan Rp350 miliar. Dari PLN ada beberapa tender transmisi listrik," pungkasnya.
Direktur Utama WTON Wilfred Imanuel A Singkali menjelaskan proyek tersebut didapat melalui swasta, yakni proyek dari Osaka Steel.
"Tiga minggu ini kita dapat kontrak Rp250 miliar. Di antaranya dari proyek Asahimas dari Jepang. Sementara portofolio kontrak di kuartal I banyak swasta dan BUMN yaitu industrial plan dan oil chemical," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Dia menjelaskan, perolehan pada kuartal I memang di bawah dari periode yang sama tahun sebelumnya. "Kuartal I tahun sebelumnya Rp650 miliar, karena banyak proyek yang belum jalan. Semester dua akan bergerak penuh," jelas Wilfred.
Bertambahnya nilai proyek tersebut, total kontrak on hand yang diperoleh perseroan hingga saat ini mencapai Rp750 miliar. Serta ditambah carry over dari tahun lalu yang sebesar Rp1 triliun.
"Omzet sampai minggu lalu Rp1,75 triliun, dari rencana carry over Rp1 triliun ditambah kontrak baru Rp400 miliar dan Rp350 miliar. Dari PLN ada beberapa tender transmisi listrik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :