Kinerja Industri Tekstil Menurun

Jum'at, 24 April 2015 - 09:10 WIB
Kinerja Industri Tekstil...
Kinerja Industri Tekstil Menurun
A A A
JAKARTA - Kinerja industri tekstil akhir-akhir ini mengalami penurunan akibat melemahnya permintaan global yang berimbas ke pasar Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, penurunan kinerja tersebut diperparah dengan daya beli masyarakat yang menurun akibat sejumlah kebijakan pemerintah yang banyak berubah. ” Salah satunya dengan menaikkan BBM (bahan bakar minyak) dalam waktu yang singkat menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Ade berharap, ke depan kebijakan soal BBM tidak terlalu banyak berubah dan lebih stabil. Pasalnya, BBM menjadi acuan berbagai industri terutama dalam hal penentuan harga jual produk. Menurut Ade, agar investasi lebih bergairah, salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah energi, yaitu harga listrik. Pasalnya, selama ini harga listrik di Indonesia paling mahal di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya yakni mencapai USD10 sen per kilowatt per jam.

Sementara, harga listrik di Vietnam dan Malaysia hanya sekitar USD6 sen per kilowatt per jam. Dalam hal ini pemerintah sedang berupaya untuk menurunkan harga listrik agar industri tekstil di dalam negeri dapat berdaya saing. ” Investasi juga diperlukan di bidang teknologi mesin supaya industri tekstil nasional bisa berdaya saing. Untuk mendorong investasi tersebut, harga listrik harus turun,” jelas Ade.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (kemenperin) Harjanto mengatakan, listrik memang sedang diperjuangkan agar bisa lebih memiliki daya saing dengan negara lain. ” Sekarang lagi diusulkan soal listrik. Harapannya bisa segera disepakati sehingga industri dari hulu ke hilir bisa terintegrasi supaya lebih efisien,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah sangat mendorong industri tekstil khususnya mesin tekstil dalam negeri dan berbagai macam insentif akan diberikan untuk insentif permesinan.

Oktiani endarwati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
26 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
32 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved