Pertalite Diklaim Mampu Tutupi Kerugian Pertamina

Jum'at, 24 April 2015 - 12:51 WIB
Pertalite Diklaim Mampu...
Pertalite Diklaim Mampu Tutupi Kerugian Pertamina
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu mengatakan, kehadiran BBM jenis pertalite dapat dijadikan peluang untuk menutupi kerugian yang dialami PT Pertamina (Persero).

Pada diperiode Januari-Februari 2015, Pertamina tercatat mengalami kerugian sebesar USD212,3 Juta atau setara dengan Rp2,7 triliun. Pertamina sendiri menyatakan bahwa kerugian tersebut disebabkan anjloknya bisnis di sektor hilir yang mencapai USD368 juta.

"Kehadiran pertalite itu bisa untuk menutupi kerugian Pertamina. Tapi ini kan tidak mengorbankan masyarakat, jadi sah-sah saja. Selama tidak mengorbankan masyarakat," kata Said di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2014).

Dia juga menjelaskan, kehadiran pertalite ini dimaksudkan guna memanfaatkan kelebihan nafta yang diproduksi Pertamina. "Ini memanfaatkan kelebihan nafta, daripada di ekspor lebih baik di maksimalkan saja. Lagipula, ini bakal menjadi varian baru BBM kepada masyarakat," ucapnya.

Pasalnya, jika pertalite diluncurkan, pasti yang menggunakan adalah pengguna pertamax dulu yang RON-nya 92. "Mereka akan berpikir, ada pertalite nih, pakai itu saja, toh RON-nya juga 90-an," ujar Said.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komite Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menilai, BBM baru pertalite hanya akan sia-sia karena tidak sesuai dengan engine technology. Sementara, engine technology memerlukan nomor oktan minimal RON 91/92.

Menurutnya, wacana pencampuran premium dengan pertamax ini sebenarnya sudah cukup lama bergaung. Dia menjelaskan, seharusnya premium 88 dihapus saja, karena harga BBM RON 95 dengan sulfur content max 50 ppm (BBM kategori 4 menurut WWFC atau untuk kendaraan standard Euro 4) di spot bursa minyak Singapore pada kisaran USD60 sen per liter atau Rp7.500 per liter.

"Jika ditambah alpha untuk Pertamina, PPN 10% dan pajak BBM harga pada Rp9.375 per liter, atau kalau agak murah harga pada kisaran Rp8.000 per liter sekelas pertamax saja diproduksi," katanya belum lama ini.

(Baca: Premium Akan Diganti BBM Jenis Baru Pertalite)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berpotensi Migrasi ke...
Berpotensi Migrasi ke Pertalite, Pertamina Yakin Pelanggan Pertamax Loyal
Peduli Kesehatan Lingkungan,...
Peduli Kesehatan Lingkungan, Pertamina Hadirkan Promo Pertalite di Tangsel
Layanan Pertalite dan...
Layanan Pertalite dan Solar Bagi Pengguna Terdaftar Diuji Coba di 5 Provinsi
Harga Pertalite Turun...
Harga Pertalite Turun Rp6.450 per Liter di Denpasar, Kapan Daerah Lain Nyusul?
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Harga Pertalite dan...
Harga Pertalite dan Pertamax Dinilai Perlu Dinaikkan, Ini Alasannya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved