RI Tak Tanggap, China Manfaatkan Ekonomi Afrika

Senin, 27 April 2015 - 06:35 WIB
RI Tak Tanggap, China...
RI Tak Tanggap, China Manfaatkan Ekonomi Afrika
A A A
JAKARTA - Direktur Riset CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, negeri ini seharusnya bisa mengintensifkan kerja sama ekonomi tidak hanya dengan negara-negara Asia, tetapi juga Afrika. Sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 pada pekan kemarin, Indonesia kurang tanggap, justru China yang sukses memanfaatkan momentum penting ini.

Menurut Faisal, sebagai pemrakarsa KAA, Indonesia semestinya mampu memanfaatkan peran yang lebih besar dalam perdagangan dengan negara-negara Afrika. Sayang, saat ini justru China yang banyak memanfaatkan potensi ekonomi negara-negara di kawasan tersebut.

Dia mencatat dari USD245 miliar atau sekitar Rp3.172 triliun nilai ekspor negara-negara Asia ke Afrika pada 2014, sebesar 43% berasal dari China, disusul India dan Korea masing-masing sebesar 14% dan 6%. Sementara pangsa pasar Indonesia hanya 1% dengan nilai USD2,4 miliar.

"Jenis produk yang diekspor Indonesia pun masih sangat terbatas. Di mana 40%-nya adalah crude palm oil," ujarnya, Minggu (26/4/2015).

Afrika yang memiliki populasi lebih dari satu miliar jiwa semestinya menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk-produk ekspor Indonesia. Pelemahan ekonomi di kawasan Amerika dan Eropa, lanjut dia, semestinya menjadi kesempatan bagi eksportir Indonesia memperluas pasar ke kawasan tersebut yang terus mengalami pertumbuhan.

"Low cost green car atau LCGC yang menjadi produk manufaktur andalan baru Indonesia, semestinya sangat cocok dengan kebutuhan negara-negara berpenghasilan menengah-rendah yang sangat banyak terdapat di Afrika," jelas Faisal.

Sementara dari sisi investasi, minimnya penanaman modal yang mengalir ke kawasan Afrika menjadi salah satu penyebab lambannya pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di benua tersebut.

Menurutnya, setelah 60 tahun berlalu sejak dialog Asia-Afrika dirintis, Indonesia semestinya dapat mengambil banyak pelajaran berharga (lessons learned) dari keberhasilan beberapa negara Asia yang mampu bangkit ekonominya dari ketertinggalan hingga menjadi negara yang maju dan disegani.

"Misalkan Korea yang berhasil melakukan transformasi menjadi negara maju berpendapatan tinggi dengan mengandalkan pembangunan industri manufaktur berteknologi tinggi," imbuhnya.

Sebab itu, perhelatan besar KAA Ke-60 pada pekan kemarin, idealnya dimanfaatkan untuk melakukan kerja sama yang dapat lebih mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

"Karena akan sangat disayangkan, apabila perhelatan tingkat tinggi dengan anggaran yang besar ini hanya berlalu dengan meninggalkan dokumen dan komitmen yang minim realisasi," tandas Faisal.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-67 di Bandung
Serunya Liburan Sekolah...
Serunya Liburan Sekolah di Museum KAA
HLF MSP dan IAF Perkuat...
HLF MSP dan IAF Perkuat Posisi Indonesia dan Solidaritas Global
Bakal Ditangkap, Putin...
Bakal Ditangkap, Putin Diminta Tak Hadiri KTT BRICS
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika, Merawat Sejarah Perdamaian Dunia
Megawati Usulkan Konferensi...
Megawati Usulkan Konferensi Asia–Afrika Plus, untuk Apa?
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
25 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved