Harga Minyak Global Tergelincir 1% Jelang Data Stok
Selasa, 28 April 2015 - 10:21 WIB
Harga Minyak Global Tergelincir 1% Jelang Data Stok
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) tergelincir 1% menjelang data stok mingguan di tengah janji Arab Saudi untuk memasok lebih banyak minyak ke China jika diperlukan.
Stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat selama sepekan, memperpanjang kenaikan 16 pekan berturut-turut, naik dari rekor 489 juta barel di tengah berkurangnya aktivitas pengeboran di AS.
Sementara komentar Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan, para pejabat di Beijing siap untuk memasok minyak tambahan jika diperlukan, menegaskan posisinya menjaga produksi yang tinggi untuk memenuhi permintaan dan mempertahankan pangsa pasarnya.
Minyak Brent kontrak Juni telah turun 83 sen menjadi USD64,00/barel pada pukul 0152 GMT. Sementara minyak mentah AS Juni menurun 85 sen menjadi USD56,14/barel.
"Turunnya harga mencerminkan keuntungan besar yang telah dibuat dalam beberapa pekan terakhir dan sedikit keprihatinan atas volume persediaan minyak di AS," kata Kepala Strategi di CMC Markets Michael McCarthy seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/4/2015).
Harga minyak mentah Brent berada pada level tertinggi empat setengah bulan pada pekan lalu, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) telah meningkat selama enam pekan berturut-turut didukung oleh spekulasi produksi minyak AS yang menurun.
Sementara jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif telah berkurang ke level terendah sejak 2010 dan Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan terjadi penurunan produksi minyak pada Mei dari April, penurunan bulanan pertama dalam empat tahun.
Stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat selama sepekan, memperpanjang kenaikan 16 pekan berturut-turut, naik dari rekor 489 juta barel di tengah berkurangnya aktivitas pengeboran di AS.
Sementara komentar Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan, para pejabat di Beijing siap untuk memasok minyak tambahan jika diperlukan, menegaskan posisinya menjaga produksi yang tinggi untuk memenuhi permintaan dan mempertahankan pangsa pasarnya.
Minyak Brent kontrak Juni telah turun 83 sen menjadi USD64,00/barel pada pukul 0152 GMT. Sementara minyak mentah AS Juni menurun 85 sen menjadi USD56,14/barel.
"Turunnya harga mencerminkan keuntungan besar yang telah dibuat dalam beberapa pekan terakhir dan sedikit keprihatinan atas volume persediaan minyak di AS," kata Kepala Strategi di CMC Markets Michael McCarthy seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/4/2015).
Harga minyak mentah Brent berada pada level tertinggi empat setengah bulan pada pekan lalu, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) telah meningkat selama enam pekan berturut-turut didukung oleh spekulasi produksi minyak AS yang menurun.
Sementara jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif telah berkurang ke level terendah sejak 2010 dan Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan terjadi penurunan produksi minyak pada Mei dari April, penurunan bulanan pertama dalam empat tahun.
(rna)
Lihat Juga :