Sekitar 28% Pekerja Indonesia Tak Siap Masa Pensiun

Kamis, 30 April 2015 - 09:10 WIB
Sekitar 28% Pekerja...
Sekitar 28% Pekerja Indonesia Tak Siap Masa Pensiun
A A A
JAKARTA - HSBC Indonesia mengumumkan hasil temuan bahwa sekitar 28% pekerja Indonesia tidak memiliki persiapan yang matang atas masa pensiunnya.

Temuan tersebut berdasarkan survei bertajuk future of retirement dengan melibatkan 1.000 responden dengan rentang usia 25 tahun ke atas. Head of Wealth Management HSBC Indonesia Steven Suryana mengatakan, hal tersebut ditengarai oleh beberapa faktor yang menghambat persiapan mereka. ”Sebanyak 23% pekerja Indonesia menyatakan bahwa alasan utama yang menghambat persiapan yang matang untuk pensiun adalah ketidakmampuan untuk menyisihkan pendapatannya,” katanya dalam paparan hasil risetnya di Jakarta, kemarin.

Alasan lain, lanjut Steven, sebanyak 66% dari responden menyatakan sedang memiliki kewajiban yang lebih mendesak. Adapun 52% responden di usia pekerja dan 49% responden usia pensiun menyatakan mereka tidak memulai persiapan lebih awal. ”Faktor lain dari ketidaksiapan ini tampak dari perbedaan kontras antara responden usia pekerja yang berencana menyisihkan seperempat pendapatannya untuk tabungan pensiun, dan responden usia pensiun menyatakan bahwa pada saat bekerja mereka menyisihkan pendapatannya kurang dari 15%,” imbuhnya.

Dari hasil riset tersebut, Steven menyebutkan, terdapat kecenderungan pada tiga perempat usia pekerja yang berencana untuk melalui masa semi pensiun sebelum pensiun sepenuhnya. Masa sebelum pensiun tersebut, sebesar 44% ingin tetap menjalani pekerjaan mereka saat ini, namun dengan jam kerja yang lebih sedikit.

Sementara, lanjut dia, sebesar 44% lainnya menyatakan ingin melakukan pekerjaan yang berbeda dengan pekerjaan saat ini dengan jam kerja yang sedikit. Adapun 11% sisanya merencanakan untuk bekerja dengan jumlah jam kerja yang sama meski dengan pekerjaannya berbeda. Adapun keinginan untuk melalui masa transisi dengan menjalani periode semi pensiun. Dari riset menunjukkan bahwa lebih banyak karena pilihan, bukan karena keharusan. Pada umumnya responden ingin tetap menjalani gaya hidup aktif dan memang menikmati kerjanya.

”Ada juga faktor budaya yang memengaruhi gaya hidup setelah pensiun. Indonesia memiliki 28% yang memilih untuk menabung semaksimal mungkin untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” sebutnya. Kendati demikian, jumlah responden Indonesia yang memilih untuk menyeimbangkan penggunaan sebagian uang secara pribadi, dan menyisihkan sebagian lainnya untuk generasi berikutnya, masih lebih besar yakni 56%.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved