Terlalu Besar Kekayaan Indonesia Sulit Dihitung

Kamis, 30 April 2015 - 16:54 WIB
Terlalu Besar Kekayaan...
Terlalu Besar Kekayaan Indonesia Sulit Dihitung
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto mengatakan, bahwa kekayaan Indonesia begitu melimpah dengan sumber daya alam yang dimiliki hingga sulit menghitung berapa nilai kekayaan tersebut.

Hal iutu dikarenakan dalam pasal 33 UUD 1945 ayat 3 yang berbunyi "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat".

"Kekayaan negara enggak bisa dihitung, tak terhingga soalnya. Semua hal yang ada di bumi Indonesia meliputi air dan kekayaan menurut Pasal 33 belum ada neracanya, kalaupun dihitung, berat. Karena udara juga harus dihitung. Kalau bisa dihitung, kita pasti kaya sekali," ujar dia di Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Namun, Hadiyanto menjelaskan, aset negara yang tercatat di list laporan keuangan pemerintah sebesar Rp1.949,15 triliun di akhir 2014. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.816,25 triliun.

"Aset negara kita di periode 2014 terdiri dari intrakomptabel, nilainya itu Rp1.948,23 triliun atau meningkat dari posisi 2013 sebesar Rp1.815,41 triliun," katanya.

Sementara, untuk ekstrakomptabelnya sendiri tercatat di angka Rp919,39 triliun. Namun ini belum termasuk konsolidasi dengan pemerintah daerah. "Belum termasuk dengan pemerintah daerah. Mereka punya laporan keuangan sendiri yang dikelola pemerintah pusat," tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved