Ekonomi Indonesia 2016 Diramal Tak Sampai 6,6%

Jum'at, 01 Mei 2015 - 17:40 WIB
Ekonomi Indonesia 2016...
Ekonomi Indonesia 2016 Diramal Tak Sampai 6,6%
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meramalkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 tidak akan sampai 6,6% seperti yang diyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Direktur Indef Enny Sri Hartati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan masih memiliki potensi untuk mencapai 6%, namun tidak sampai 6,6%.

Itupun harus digenjot dengan menggeser prioritas kepada sektor pertanian dan industri, bukan dengan memprioritaskan properti dan keuangan.

"Sebenarnya potensi bisa (ekonomi 6%) tapi tergantung. Tahun 2015 kan kecil 5,2%-5,3% saja. Tapi itu akan jadi 6% kalau yang 2015 tumbuh ke sektor tradable, seperti pertanian dan industri. Kalau bergeser ke sana baru bisa, kalau business as usual, seperti properti dan keuangan tidak mungkin," tuturnya kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Terlebih, sambung dia, pembangunan infrastruktur yang mulai dilakukan pemerintah tidak ada yang mampu memberikan dampak signifikan dalam jangka pendek. Pasalnya, beberapa proyek infrastruktur yang digeber terlebih dahulu bersifat jangka panjang seperti kereta api super cepat.

"Asal nanti setelah kuartal II/2015 yang tumbuh sudah mulai bergeser ke sektor industri, pertanian, pertambangan. Nanti multiplier effect-nya cukup besar. Walaupun sampai 6,6% tidak bisa," ujar dia.

Enny menambahkan, perbaikan infrastruktur jangka pendek seperti irigasi pertanian pun harus dibarengi dengan kebutuhan pendukung lainnya. Misal, penyediaan traktor harus diikuti dengan penyediaan air agar bisa digunakan petani untuk menanam.

"Ada traktor, tidak ada air, tidak bisa nanam. Industri selama kebutuhan energi tidak terpenuhi, tidak bisa terkejar. Jadi memang cukup jauh kan. Tapi kalau kuartal II ini beberapa proyek infrastruktur termasuk PMN fokus untuk menstimulus sektor riil, memang potensi 6% pada 2016 masih bisa dikejar," pungkas Enny.

(Baca: Target Ekonomi Sulit Dicapai Meski 10 Malaikat Turun)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
13 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved