Perdagangan Rusia-Afrika Capai Rekor Tertinggi, Tahun Lalu Rp382,5 Triliun
Kamis, 14 November 2024 - 07:30 WIB
loading...
Volume impor dan ekspor antara Rusia dan benua Afrika diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Volume impor dan ekspor antara Rusia dan benua Afrika diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Omset perdagangan Rusia dengan negara-negara Afrika tumbuh dengan mantap sejak mencapai rekor tertinggi dalam sejarah sebesar USD24,5 miliar atau setara Rp382,5 triliun (kurs Rp15.613 per USD) pada tahun 2023.
Disampaikan oleh Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Dmitry Volvach menerangkan, peningkatan tersebut menyusul dari tahun sebelumnya yang hampir mencapai 37%. "Kenaikan tahun lalu disebabkan oleh peningkatan ekspor dari Rusia dan impor dari Afrika masing-masing sebesar 43% dan 8,6%," kata Volvach.
Hal itu diungkapkan saat konferensi tingkat menteri perdana Forum Kemitraan Rusia-Afrika, yang berlangsung selama akhir pekan di Wilayah Federal Sirius, Laut Hitam. Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
Selain itu perdagangan Rusia-Afrika juga mengalami peningkatan tambahan 18,5% menjadi USD8,6 miliar dalam delapan bulan pertama tahun ini, dengan omset timbal balik diproyeksikan berlipat ganda pada tahun 2030.
"Ini menunjukkan minat bersama dalam pengembangan perdagangan di lingkaran bisnis Rusia dan Afrika," katanya.
Disampaikan oleh Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Dmitry Volvach menerangkan, peningkatan tersebut menyusul dari tahun sebelumnya yang hampir mencapai 37%. "Kenaikan tahun lalu disebabkan oleh peningkatan ekspor dari Rusia dan impor dari Afrika masing-masing sebesar 43% dan 8,6%," kata Volvach.
Hal itu diungkapkan saat konferensi tingkat menteri perdana Forum Kemitraan Rusia-Afrika, yang berlangsung selama akhir pekan di Wilayah Federal Sirius, Laut Hitam. Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
Selain itu perdagangan Rusia-Afrika juga mengalami peningkatan tambahan 18,5% menjadi USD8,6 miliar dalam delapan bulan pertama tahun ini, dengan omset timbal balik diproyeksikan berlipat ganda pada tahun 2030.
"Ini menunjukkan minat bersama dalam pengembangan perdagangan di lingkaran bisnis Rusia dan Afrika," katanya.
Lihat Juga :