Industri Sepatu Terus Tumbuh

Senin, 04 Mei 2015 - 12:22 WIB
Industri Sepatu Terus...
Industri Sepatu Terus Tumbuh
A A A
JAKARTA - Industri sepatu dalam negeri terus tumbuh seiring peningkatan nilai ekspor dalam enam tahun terakhir. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) optimistis nilai ekspor sepatu Indonesia bisa menyamai negara pengekspor lain.

Ketua Aprisindo Eddy Widjanarko mengatakan, nilai ekspor produk sepatu Indonesia sudah menembus angka USD4,5 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD3,8 miliar.

”Semua produk, tekstil, kayu, makanan-minuman mengalami kemerosotan, tapi yang naik sepatu. Bagusnya impor turun. Artinya banyak juga perkembangan atau investasi industri pendukung atau bahan baku di Indonesia sehingga secara perbandingan Indonesia sangat baik kalau bisa dikembangkan,” ungkapnya di Jakarta baru-baru ini.

Eddy melanjutkan, secara perbandingan industri sepatu di Indonesia sangat baik untuk dikembangkan mengingat sepatu produk Indonesia telah berhasil masuk ke pasar China yang diketahui menjadi pemasok besar sepatu dunia dengan persentase 53%. ”Di Asia Tenggara, saingan kita hanya Vietnam,” ungkapnya.

Menurut Eddy, dalam lima tahun terakhir banyak investasi masuk ke Indonesia. Meski begitu, masih banyak kendala yang dihadapi seperti banyak unjuk rasa, kenaikan upah minimum regional (UMR) yang tidak bisa diprediksi sehingga investor yang mau masuk menjadi ragu.

Jika itu tidak terjadi, industri sepatu bisa mencapai USD10 miliar. ”Ada 68 perusahaan besar yang masuk, tetapi karena terus terjadi kenaikan UMR yang 38%, banyak investor yang sudah masuk jadi tidak masuk. Jadi yang tadinya merencanakan ekspansi itu akhirnya ditunda,” sebutnya.

Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kemenperin Harjanto mengatakan, industri sepatu salah satu industri yang bisa diandalkan. Meski masih kalah dari Vietnam, dengan potensi sumber daya yang ada baik manusia maupun bahan baku, bisa terus didorong ke depan.

Salah satu dukungan pemerintah dalam hal ini melalui restrukturisasi mesinmesin alas kaki. ”Ini satu paket dengan produk tekstil, tapi kita melihat ini sebagai terobosan yang akan kita dorong terus ke depan. Dari sisi perpajakan melakukan harmonisasi, bea masuk atau apa pun yang diperlukan industri ini akan terus dilakukan agar bisa dilakukan,” sebutnya.

Produk kulit dan produk barang jadi kulit selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap PDB nasional sebesar 2,02% serta telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5,5% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Harjanto menegaskan, industri kulit dan produk kulit didorong menjadi lebih dalam strukturnyakarenaindustri kulit Indonesia mutunya sudah baik, namun belum memiliki brand yang bertaraf internasional.

”Pemerintah saat ini memprogramkan pengembangan produk dalam negeri dengan produk memiliki brand atau merek bertaraf internasional salah satunya mengikutsertakan dalam pameran,” ungkapnya.

Harjanto menambahkan, pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk promosi. Salah satunya melalui pameran Indo Leatherand Footwear 2015.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
14 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
31 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved