Tertinggi 5 tahun, Sofyan Nilai Inflasi April Cukup Bagus
Senin, 04 Mei 2015 - 22:08 WIB
Tertinggi 5 tahun, Sofyan Nilai Inflasi April Cukup Bagus
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, meskipun tertinggi dalam 5 tahun, inflasi pada April yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,36% cukup bagus. Pemerintah akan berusaha menjaga target inflasi sebesar 4 plus minus 1% pada tahun ini.
"Inflasi (penyebab) pada April ini kan beda-beda. Jadi, saya pikir ini masih terkendali. Sampai sekarang pencapaian inflasi masih oke menurut saya, walaupun cenderung naik," ujar Sofyan kepada wartawan, Senin (4/5/2015).
Mantan menteri BUMN tersebut mengatakan, pencapaian inflasi merupakan salah satu yang tertinggi khusus April sepanjang lima tahun terakhir. Inflasi pada April 2012 pernah mencapai 0,21%.
Sebelumnya, BPS mengimbau pemerintah untuk mengawasi inflasi pada Juni dan Juli 2015. Pasalnya, pada 2 bulan tersebut akan ada pengaruh dari puasa dan musim liburan sehingga keadaannya akan terjadi tren peningkatan inflasi.
"Pemerintah harus waspadai inflasi pada Juni dan Juli. Di bulan itu ada puasa, liburan, biasanya kita kekurangan bahan pangan akibat permintaan yang melonjak," ujar Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito, Hadi Wibowo.
Di tempat yang sama, Kepala BPS Suryamin juga mengaku memberikan dukungan terhadap penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) dalam pengendalian harga. Aturan ini harus secara efektif dijalankan baik pusat maupun daerah. Itu artinya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melakukan tugasnya dengan baik.
"Pengendalian harga ini tentunya bukan di pusat saja, tapi juga daerah. Ini karena inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat. Kalau daya beli turun, kesejahteraan masyarakat juga turun, bukan cuma dinikmati masyarakat Jakarta," tandasnya.
"Inflasi (penyebab) pada April ini kan beda-beda. Jadi, saya pikir ini masih terkendali. Sampai sekarang pencapaian inflasi masih oke menurut saya, walaupun cenderung naik," ujar Sofyan kepada wartawan, Senin (4/5/2015).
Mantan menteri BUMN tersebut mengatakan, pencapaian inflasi merupakan salah satu yang tertinggi khusus April sepanjang lima tahun terakhir. Inflasi pada April 2012 pernah mencapai 0,21%.
Sebelumnya, BPS mengimbau pemerintah untuk mengawasi inflasi pada Juni dan Juli 2015. Pasalnya, pada 2 bulan tersebut akan ada pengaruh dari puasa dan musim liburan sehingga keadaannya akan terjadi tren peningkatan inflasi.
"Pemerintah harus waspadai inflasi pada Juni dan Juli. Di bulan itu ada puasa, liburan, biasanya kita kekurangan bahan pangan akibat permintaan yang melonjak," ujar Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito, Hadi Wibowo.
Di tempat yang sama, Kepala BPS Suryamin juga mengaku memberikan dukungan terhadap penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) dalam pengendalian harga. Aturan ini harus secara efektif dijalankan baik pusat maupun daerah. Itu artinya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melakukan tugasnya dengan baik.
"Pengendalian harga ini tentunya bukan di pusat saja, tapi juga daerah. Ini karena inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat. Kalau daya beli turun, kesejahteraan masyarakat juga turun, bukan cuma dinikmati masyarakat Jakarta," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :