BPS Umumkan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%
Selasa, 05 Mei 2015 - 11:44 WIB
BPS Umumkan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015 hanya 4,7% (year on year). Angka ini seperti yang telah diprediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro yakni di bawah 5% bahkan beberapa ekonom yang memprediksi di atas 5%.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, untuk quartal to quartal (QtQ) pertumbuhan ekonomi turun atau mengalami kontraksi 0,18%. Ada beberapa faktor yang menentukan atau memengaruhi kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Angka 4,7% itu ada tiga pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi kita, paling utama negara-negara ekspor impor (partner Indonesia) yang cukup dominan seperti Tiongkok pertumbuhan ekonominya menurun dari 7,4% ke 7%. Kemudian Singapura yang turun dari 4,9% ke 2,1%. Itu yang memengaruhi," ujar dia di kantor BPS, Selasa (5/5/2015).
Kedua, harga minyak dunia yang melemah setiap saat dan belum ada tanda-tanda penguatan kembali meskipun tahun sudah berganti. Hal tersebut dinilainya juga berdampak ke PE triwulan I.
"Ketiga, ekspor impor yang juga turun pada triwulan I/2015 dibanding triwulan I/2014. Itu berpengaruh pada impor bangunan. Nah tiga itu adalah poin yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi triwulan I ini, angkanya terus turun melandai sejak 2011," imbuhnya.
Menurutnya, sektor yang paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, pertama pertanian, kehutanan dan perikanan, yang tumbuh 14,63%. Kedua, sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 3,06%.
"Ini karena memang ada peningkatan penggunaan telepon seluler, meningkatnya pelayanan data dan pengguna internet. Walaupun ini share-nya ke PDB kecil. Ketiga, jasa perusahaan yang tumbuh 2,24%. Ini kebanyakan perusahaan yang sering melakukan iklan dan sebagainya," kata Suryamin.
Sementara itu untuk year on year, ada tiga sektor yang cukup tinggi, pertama informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,53%. Kedua, jasa lainnya sebesar 8,00%.
"Jasa lainnya itu yang biasa melayani pariwisata dan travel. Kemudian yang ketiga, jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 7,57% disebabkan karena meningkatnya premi asuransi dan dana pensiun," pungkas dia.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, untuk quartal to quartal (QtQ) pertumbuhan ekonomi turun atau mengalami kontraksi 0,18%. Ada beberapa faktor yang menentukan atau memengaruhi kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Angka 4,7% itu ada tiga pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi kita, paling utama negara-negara ekspor impor (partner Indonesia) yang cukup dominan seperti Tiongkok pertumbuhan ekonominya menurun dari 7,4% ke 7%. Kemudian Singapura yang turun dari 4,9% ke 2,1%. Itu yang memengaruhi," ujar dia di kantor BPS, Selasa (5/5/2015).
Kedua, harga minyak dunia yang melemah setiap saat dan belum ada tanda-tanda penguatan kembali meskipun tahun sudah berganti. Hal tersebut dinilainya juga berdampak ke PE triwulan I.
"Ketiga, ekspor impor yang juga turun pada triwulan I/2015 dibanding triwulan I/2014. Itu berpengaruh pada impor bangunan. Nah tiga itu adalah poin yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi triwulan I ini, angkanya terus turun melandai sejak 2011," imbuhnya.
Menurutnya, sektor yang paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, pertama pertanian, kehutanan dan perikanan, yang tumbuh 14,63%. Kedua, sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 3,06%.
"Ini karena memang ada peningkatan penggunaan telepon seluler, meningkatnya pelayanan data dan pengguna internet. Walaupun ini share-nya ke PDB kecil. Ketiga, jasa perusahaan yang tumbuh 2,24%. Ini kebanyakan perusahaan yang sering melakukan iklan dan sebagainya," kata Suryamin.
Sementara itu untuk year on year, ada tiga sektor yang cukup tinggi, pertama informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,53%. Kedua, jasa lainnya sebesar 8,00%.
"Jasa lainnya itu yang biasa melayani pariwisata dan travel. Kemudian yang ketiga, jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 7,57% disebabkan karena meningkatnya premi asuransi dan dana pensiun," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :