Istana Sebut Jokowi Diwarisi Pertumbuhan Ekonomi Lambat
Selasa, 05 Mei 2015 - 15:18 WIB
Istana Sebut Jokowi Diwarisi Pertumbuhan Ekonomi Lambat
A
A
A
JAKARTA - Deputi Staf Kepresidenan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tidak bisa disalahkan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Pasalnya, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terpaksa harus menerima warisan berupa ekonomi Indonesia yang lambat.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015 yang hanya tumbuh 4,7% (year on year/YoY). (Baca: BPS Umumkan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%).
"Tanpa banyak orang tahu, Pak Jokowi warisi ekonomi yang lambat," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Menurutnya, mengubah pertumbuhan ekonomi itu bukan pekerjaan mudah. Hal ini terbukti dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan pemerintah, namun lantaran anggaran pemerintah belum optimal sehingga menyebabkan perlambatan ekonomi seperti yang terjadi saat ini.
"April sudah banyak program yang kita harapkan bisa angkat daya beli masyarakat. Untuk kalangan kelas bawah, sudah digelontorin uang Rp9,8 triliun di April," imbuh dia.
Dana Rp9,8 triliun yang akan digelontorkan untuk masyarakat kelas bawah bulan ini, diharapkan bisa segera terserap dan mampu menjadi pondasi di masyarakat agar tidak semakin jatuh akibat perlambatan ekonomi.
"Kalau tenang, masyarakat tidak gampang protes di bawah. Jadi pemerintah bisa menjalankan program tanpa kegaduhan sosio politik. Kalau kegaduhan DPR itu kan terbatas ya, tapi kalau sudah di bawah itu repot. Jadi dibangun pondasi itu supaya mereka tenang," terangnya.
"Ke depan masih belum berhenti. Karena akan ada Rp36 triliun untuk program keluarga sejahtera, cash, dan lainnya," pungkas Purbaya. (Baca: Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat)
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015 yang hanya tumbuh 4,7% (year on year/YoY). (Baca: BPS Umumkan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%).
"Tanpa banyak orang tahu, Pak Jokowi warisi ekonomi yang lambat," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Menurutnya, mengubah pertumbuhan ekonomi itu bukan pekerjaan mudah. Hal ini terbukti dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan pemerintah, namun lantaran anggaran pemerintah belum optimal sehingga menyebabkan perlambatan ekonomi seperti yang terjadi saat ini.
"April sudah banyak program yang kita harapkan bisa angkat daya beli masyarakat. Untuk kalangan kelas bawah, sudah digelontorin uang Rp9,8 triliun di April," imbuh dia.
Dana Rp9,8 triliun yang akan digelontorkan untuk masyarakat kelas bawah bulan ini, diharapkan bisa segera terserap dan mampu menjadi pondasi di masyarakat agar tidak semakin jatuh akibat perlambatan ekonomi.
"Kalau tenang, masyarakat tidak gampang protes di bawah. Jadi pemerintah bisa menjalankan program tanpa kegaduhan sosio politik. Kalau kegaduhan DPR itu kan terbatas ya, tapi kalau sudah di bawah itu repot. Jadi dibangun pondasi itu supaya mereka tenang," terangnya.
"Ke depan masih belum berhenti. Karena akan ada Rp36 triliun untuk program keluarga sejahtera, cash, dan lainnya," pungkas Purbaya. (Baca: Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat)
(izz)
Lihat Juga :