KFC Rambah Pasar Myanmar

Selasa, 05 Mei 2015 - 15:54 WIB
KFC Rambah Pasar Myanmar
KFC Rambah Pasar Myanmar
A A A
YANGON - KFC akan menjadi restoran makanan cepat saji Amerika Serikat (AS) pertama di Myanmar. Hal ini terungkap setelah mitra bisnis perusahaan lokal di Myanmar, Yoma Strategic mengumumkan kehadiran ritel tersebut setelah selama ini terisolasi dari outlet makanan internasional.

Yoma Strategic, salah satu rantai restoran terbesar di dunia itu berencana membuka cabang pertama di pusat kota Yangon.

"Ini akan menjadi restoran layanan cepat saji Amerika pertama yang membangun pijakan di Myanmar," ujar perusahaan tersebut tanpa memberikan tanggal pembukaan, seperti dikutip dari Business Times, Selasa (5/5/2015).

Yoma mengatakan pihaknya akan membuka beberapa restoran di pusat komersial yang ramai pada akhir tahun ini.

Myanmar telah melihat banjir merek asing setelah kekuasaan militer berakhir pada 2011, yang mendorong pencabutan sanksi dari Barat.

Perusahaan-perusahaan AS termasuk produsen minuman Coca Cola dan Pepsi, serta merek mobil Chevrolet dan Ford telah menetapkan kehadiran penjualan mereka di negara tersebut.

KFC sendiri memiliki lebih dari 15.000 restoran di seluruh dunia. Jika peluncuran Myanmar berjalan, Laos akan menjadi negara Asia Tenggara yang tersisa tanpa franchise global.

Lotteria burger restoran Korea Selatan membuka cabang pertamanya pada 2013 di Myanmar dan kini memiliki tujuh outlet termasuk di kota terbesar kedua di negara tersebut, Mandalay.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
APPI Optimistis Multifinance...
APPI Optimistis Multifinance Mampu Mendongkrak Perekonomian Nasional
UE Sanksi 10 Orang dan...
UE Sanksi 10 Orang dan Dua Perusahaan Militer Myanmar
Hadapi Kondisi Global,...
Hadapi Kondisi Global, Ini yang Harus Dilakukan Perusahaan dan Karyawan
Ekonomi Tak Menentu,...
Ekonomi Tak Menentu, Ini Deretan Perusahaan AS yang Lakukan PHK di Awal 2024
Bos OJK Minta Dukungan...
Bos OJK Minta Dukungan Perusahaan Keuangan Global Pulihkan Ekonomi Indonesia
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
11 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
54 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved