Pertamina Berharap Segera Masuk Transisi

Rabu, 06 Mei 2015 - 09:30 WIB
Pertamina Berharap Segera...
Pertamina Berharap Segera Masuk Transisi
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berharap segera bisa masuk proses transisi dalam pengambilalihan Blok Mahakan dari raksasa migas asal Prancis, Total E&P Indonesie.

Proses transisi dinilai sangat penting untuk menjaga produksi di lokasi tersebut. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, dengan waktu transisi yang cukup, Pertamina optimistis mampu meningkatkan produksi Blok Mahakam. Berdasarkan pengalaman di lapangan anak usahanya PHE ONWJ, dengan waktu transisi yang memadai, Pertamina pun mampu meningkatkan produksi.

”Intinya adalah kami tetap menginginkan masa transisi itu bisa terjadi. Karena, transisi sangat penting bagi konsistensi production rate,” kata dia di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, saat pengambilalihan Blok ONWJ, produksi berada di kisaran 26.000 barel per hari (bph). Tujuh tahun kemudian, naik menjadi 40.000 bph.

Terkait masa transisi tersebut, Pertamina sudah menyampaikannya ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mengaku sudah mengirimkan surat ke SKK Migas. ”Sebagai pemilik dari wilayah kerja tersebut, pemerintah juga mempunyai kewenangan yang lebih besar untuk bersama-sama memastikan production rate tidak turun,” kata Wianda.

Di bagian lain, General Manager PHE ONWJ Jonly Sinulingga mengatakan, blok migas yang ada di perairan laut Jawa itu berhasil mencatatkan realisasi produksi hingga April lalu sebesar 40.200 barel minyak per hari (bopd). Sedangkan, produksi gasnya mencapai 173 jutakaki kubikperhari (mmscfd).

Angka tersebut di atas target produksi minyak yang ditetapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yakni sebesar 40.000 bopd. Dia mengatakan, penyesuaian aktivitas produksi dilakukan menghadapi situasi sulit yang melanda industri migas.

Namun, PHE ONWJ tetap berkomitmen pada keamanan dan integritas fasilitas sehingga operasi produksi migas bisa terus berlangsung tanpa ada risiko terhadap keamanan dan keselamatan pekerja dan lingkungan. Lebih lanjut PHE ONWJ membukukan peningkatan produksi migas 2014 sebesar 40.509 bopd dibanding pencapaian tahun 2013 dengan produksi minyak sebesar 38.300 bopd. Adapun, capaian ini sekaligus berhasil melampaui target yang ditetapkan SKK Migas pada Work Program & Budget (WP&B) 2014 sebesar 39.400 bopd.

Nanang wijayanto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
15 menit yang lalu
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
59 menit yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
1 jam yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
3 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
5 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
6 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved