Seiring Emas Global, Emas Antam Terkerek Rp1.000

Rabu, 06 Mei 2015 - 09:35 WIB
Seiring Emas Global,...
Seiring Emas Global, Emas Antam Terkerek Rp1.000
A A A
JAKARTA - Harga jual beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini masing-masing terkerek Rp1.000/gram. Kenaikan ini seiring menguatnya emas global.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (6/5/2015), harga jual emas perseroan dari Rp547.000/gram menjadi Rp548.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp488.000/gram menjadi Rp489.000/gram.

Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.056.000, dengan harga per gram Rp528.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.566.000 dengan harga Rp522.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.076.000 dengan harga per gram Rp519.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.595.000 dengan harga per gram dihargai Rp519.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.140.000, dengan harga per gram Rp514.000.

Harga emas 25 gram Rp12.775.000 dengan harga per gram Rp511.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.500.000, dengan harga per gram Rp510.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp50.950.000, dengan harga per gram Rp509.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp127.250.000, dengan harga per gram Rp509.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp254.300.000, dengan harga per gram Rp508.600.

Sementara emas global memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga pada Rabu didorong melemahnya dolar Amerika Serikat (USD) dan variatifnya data ekonomi AS, yang menjadi spekulasi investor bahwa Federal Reserve tidak akan segera menaikkan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, spot emas stabil di USD1.193,86/ons pada pukul 0034 GMT. Logam mulia berada dsempat berada di posisi tertinggi pada harga USD1.199,60 kemarin.

Sementara USD berada di bawah tekanan setelah data perdagangan AS pada Maret yang mengecewakan dan menggambarkan ekonomi AS pada kuartal I tahun ini.

Data kemarin menunjukkan defisit perdagangan AS melonjak 43,1% menjadi USD51,4 miliar pada Maret, terbesar sejak Oktober 2008. Sedangkan data lain menunjukkan, aktivitas di sektor jasa meningkat ke level tertinggi lima bulan pada April.

Data ekonomi yang lesu makin menambah spekulasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Juni. Ini bisa meningkatkan permintaan emas batangan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
23 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved