IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.160-5.250
Kamis, 07 Mei 2015 - 08:09 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.160-5.250
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan bergerak pada kisaran 5.160-5.250.
"IHSG hari ini cenderung kembali menguat," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi, Kamis (7/5/2015).
Menurut dia, sentimen dalam negeri yang mungkin akan menjadi perhatian investor, yakni survei Bank Indonesia (BI) terhadap perkembangan uang beredar Maret 2015.
Sementara minimnya sentimen dari Asia dan Eropa membuat investor menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS), diantaranya tingkat pengangguran dan pertumbuhan kredit konsumsi.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya AKRA, ANTM, JPFA, LSIP, PGAS dan WIKA.
IHSG kemarin ditutup naik 24,64 poin atau 0,48% ke level 5.184,95 setelah dibuka sempat berada pada zona merah. Penguatan ini dipimpin oleh saham-saham sektor pertanian dan pertambangan pasca naiknya harga komoditas yang dipicu oleh naiknya minyak dunia akibat konflik ketegangan di Libya.
Investor asing kemarin kembali mencatatkan net sell sebesar Rp827.05 miliar. Langkah waspada investor asing setelah bursa di sebagian Asia melemah menjadi pemicunya.
"IHSG hari ini cenderung kembali menguat," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi, Kamis (7/5/2015).
Menurut dia, sentimen dalam negeri yang mungkin akan menjadi perhatian investor, yakni survei Bank Indonesia (BI) terhadap perkembangan uang beredar Maret 2015.
Sementara minimnya sentimen dari Asia dan Eropa membuat investor menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS), diantaranya tingkat pengangguran dan pertumbuhan kredit konsumsi.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya AKRA, ANTM, JPFA, LSIP, PGAS dan WIKA.
IHSG kemarin ditutup naik 24,64 poin atau 0,48% ke level 5.184,95 setelah dibuka sempat berada pada zona merah. Penguatan ini dipimpin oleh saham-saham sektor pertanian dan pertambangan pasca naiknya harga komoditas yang dipicu oleh naiknya minyak dunia akibat konflik ketegangan di Libya.
Investor asing kemarin kembali mencatatkan net sell sebesar Rp827.05 miliar. Langkah waspada investor asing setelah bursa di sebagian Asia melemah menjadi pemicunya.
(rna)
Lihat Juga :