JK Optimistis Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5%
Kamis, 07 Mei 2015 - 10:50 WIB
JK Optimistis Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5%
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) optimistis perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun ini akan tumbuh di atas 5%, didorong mulai berjalannya proyek infrastruktur.
"Kuartal II, target pertumbuhan ekonomi di atas 5% karena proyek jalan semua. Proyek sudah jalan, yang lain akan naik, konsumsi semen naik, rakyat kerja, punya pendapatan dan konsumsi akan naik," ujarnya di sela acara IIF Asia Summit di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
Dia menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7% pada tahun ini membutuh waktu dan dilakukan dengan bertahap.
"Pertumbuhan ekonomi 5,7% akan dicapai sesuai dengan tempo, termasuk tiga hal, yaitu government spending, public spending, dan konsumer," jelasnya.
Dia menambahkan, terlambatnya realisasi belanja pemerintah (government spending) disebabkan proses administrasi yang telat karena perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru disahkan pada Februari lalu.
"Pemerintah APBN baru Februari, telat, Mei akan jalan semua. Spending ini masalah dunia tidak bisa salahkan orang per orang (menteri)," pungkas dia.
Sekadar informasi, ekonomi Indonesia pada kuartal I hanya tumbuh 4,71%, melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12%.
"Kuartal II, target pertumbuhan ekonomi di atas 5% karena proyek jalan semua. Proyek sudah jalan, yang lain akan naik, konsumsi semen naik, rakyat kerja, punya pendapatan dan konsumsi akan naik," ujarnya di sela acara IIF Asia Summit di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
Dia menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7% pada tahun ini membutuh waktu dan dilakukan dengan bertahap.
"Pertumbuhan ekonomi 5,7% akan dicapai sesuai dengan tempo, termasuk tiga hal, yaitu government spending, public spending, dan konsumer," jelasnya.
Dia menambahkan, terlambatnya realisasi belanja pemerintah (government spending) disebabkan proses administrasi yang telat karena perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru disahkan pada Februari lalu.
"Pemerintah APBN baru Februari, telat, Mei akan jalan semua. Spending ini masalah dunia tidak bisa salahkan orang per orang (menteri)," pungkas dia.
Sekadar informasi, ekonomi Indonesia pada kuartal I hanya tumbuh 4,71%, melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12%.
(rna)
Lihat Juga :