BI Butuh Waktu Satukan Pemahaman Lindung Nilai

Kamis, 07 Mei 2015 - 16:59 WIB
BI Butuh Waktu Satukan...
BI Butuh Waktu Satukan Pemahaman Lindung Nilai
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku masih membutuhkan waktu untuk sosialisasi dan menyatukan pemahaman terkait upaya lindung nilai (hedging) untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, lindung nilai merupakan konsep yang relatif baru bagi Indonesia. Sejak krisis ekonomi 1998, risiko ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membawa kondisi yang sangat fatal bagi perusahaan di Indonesia.

"Karena itu, kita memperkenalkan ini (hedging).‎ Tetapi tidak bisa hanya memperkenalkan antara regulator dengan pelaku ekonomi kita harus meyakinkan biar regulator penegak hukum dan auditor semuanya mempunyai kesepahaman. Sehingga transaksi lindung nilai bisa dijalankan dengan akuntabel dengan konsekuen dan konsisten," ucapnya di gedung BI, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan beberapa kali sosialisasi agar seluruh pihak yang berkepentingan paham dan bisa melaksanakan upaya lindung nilai ini dengan baik. Agar nantinya tidak ada moral hazard atau niat tak taat asas yang dilakukan.

"‎Artinya, kalau ada upaya untuk lindung nilai itu bisa kemudian dilakukan dengan tidak menerapkan manajemn risiko yang baik, dan akhirnya kemudian menjadi satu transaksi lindung nilai yang sifatnya spekulatif dan itu bisa menjadikan sesuatu biaya yang tidak perlu terjadi," imbuh dia.

"‎Jadi, hal ini mesti kita sosialisasikan dan yang utama adanya kesepahaman antara pelaku, regulator, auditor dan penegak hukum‎," pungkas Agus.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
37 menit yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
53 menit yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
1 jam yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
1 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
2 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved