IHSG Diprediksi Menguat pada Kisaran 5.144-5.235
Senin, 11 Mei 2015 - 08:14 WIB
IHSG Diprediksi Menguat pada Kisaran 5.144-5.235
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang menguat.
"Penguatan IHSG masih terbuka dengan range pergerakan 5.144-5.235. Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya BBRI, CPIN, PGAS, WIKA, ADHI," ujarnya di Jakarta, Senin (11/5/2015).
Lanjar menjelaskan, secara teknikal IHSG kembali menguat di atas MA7 dan mencoba kembali di atas MA200, yang juga merupakan target pertama pola bullish butterfly harmonic pattern.
"Indikator stochastic masih bergerak positif dengan momentum RSI dan CCI yang mencoba naik dan break out dengan MA14 hari dari momenetum di area dekat oversold," jelas dia.
Menurutnya, sentimen diawal pekan kedua bulan ini di antaranya pertemuan Euro group untuk membahas kebijakan monenter dan pengumuman suku bunga di Inggris.
Sementara, diakhir perdagangan pekan lalu pergerakan IHSG sedikit tertekan setelah menurunnya cadangan devisa pada April 2015. Digunakan untuk pembayaran utang luar negeri dan menstabilisasi nilai tukar rupiah.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) masih memperkirakan adanya penurunan cadangan devisa akan terus berlanjut. Apabila capital out flow membesar Mei 2015. Investor asing pun pada akhir pekan lalu masih mencatatkan net sell sebesar Rp98,5 miliar.
"IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat +31,73 poin sebesar 0,62% dilevel 5.182,21. Hanya sektor keuangan dan properti yang mengalami pelemahan pasca rilisnya survei BI mengenai jumlah uang beredar yang meningkat dan pertumbuhan kredit yang melambat," pungkasnya.
"Penguatan IHSG masih terbuka dengan range pergerakan 5.144-5.235. Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya BBRI, CPIN, PGAS, WIKA, ADHI," ujarnya di Jakarta, Senin (11/5/2015).
Lanjar menjelaskan, secara teknikal IHSG kembali menguat di atas MA7 dan mencoba kembali di atas MA200, yang juga merupakan target pertama pola bullish butterfly harmonic pattern.
"Indikator stochastic masih bergerak positif dengan momentum RSI dan CCI yang mencoba naik dan break out dengan MA14 hari dari momenetum di area dekat oversold," jelas dia.
Menurutnya, sentimen diawal pekan kedua bulan ini di antaranya pertemuan Euro group untuk membahas kebijakan monenter dan pengumuman suku bunga di Inggris.
Sementara, diakhir perdagangan pekan lalu pergerakan IHSG sedikit tertekan setelah menurunnya cadangan devisa pada April 2015. Digunakan untuk pembayaran utang luar negeri dan menstabilisasi nilai tukar rupiah.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) masih memperkirakan adanya penurunan cadangan devisa akan terus berlanjut. Apabila capital out flow membesar Mei 2015. Investor asing pun pada akhir pekan lalu masih mencatatkan net sell sebesar Rp98,5 miliar.
"IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat +31,73 poin sebesar 0,62% dilevel 5.182,21. Hanya sektor keuangan dan properti yang mengalami pelemahan pasca rilisnya survei BI mengenai jumlah uang beredar yang meningkat dan pertumbuhan kredit yang melambat," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :