Ada Praktik Kartel di Perdagangan Kedelai, Buwas: Bulog Diancam
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:33 WIB
Perdagangan kedelai, lanjut Buwas, ada pihak yang berkuasa lantaran nilai investasinya jumbo. Kekuasaan mengendalikan pasar, inilah yang dipertahankan pihak tertentu.
"Jadi yang sudah menguasai satu jenis barang di sini dia pasti bertahan, apalagi dia sudah main investasi di sini, pasti. Begitu saya mau datangkan pasti ada ancaman, betul nggak kira-kira?," kata dia.
Meski mengaku bisa mendatangkan ratusan ribu ton kedelai impor , hingga kini Bulog tak kunjung merealisasikan kerja sama itu. Buwas mengaku, semua itu lantaran terkendala izin dan prosedur karantina.
Buwas menjelaskan, setiap penugasan yang dijalankan perusahaan harus memiliki legalitas. Baik mendatangan hingga mendistribusikan kepada perajin tahu dan tempe.
"Izin impornya belum, tapi penugasannya sudah. Tapi penugasan itukan harus ada proses, legalitasnya kan sampai kita mendapatkan secara legalitas tadi, mendatangkan, membeli, sebenarnya sudah kita telusuri semua," tuturnya.
"Jadi yang sudah menguasai satu jenis barang di sini dia pasti bertahan, apalagi dia sudah main investasi di sini, pasti. Begitu saya mau datangkan pasti ada ancaman, betul nggak kira-kira?," kata dia.
Meski mengaku bisa mendatangkan ratusan ribu ton kedelai impor , hingga kini Bulog tak kunjung merealisasikan kerja sama itu. Buwas mengaku, semua itu lantaran terkendala izin dan prosedur karantina.
Buwas menjelaskan, setiap penugasan yang dijalankan perusahaan harus memiliki legalitas. Baik mendatangan hingga mendistribusikan kepada perajin tahu dan tempe.
"Izin impornya belum, tapi penugasannya sudah. Tapi penugasan itukan harus ada proses, legalitasnya kan sampai kita mendapatkan secara legalitas tadi, mendatangkan, membeli, sebenarnya sudah kita telusuri semua," tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :