Beberkan Modus Pengoplosan Beras Bulog, Buwas: Pelaku Untung Luar Biasa
Jum'at, 10 Februari 2023 - 18:44 WIB
Buwas memastikan Satgas Pangan akan terus mengusut dan mengembangkan kasus tersebut hingga ke beberapa wilayah di Indonesia. Pasalnya, Bulog sudah melakukan distribusi beras impor ke 12 titik.
"Kejahatan ini cepat atau lambat akan ketahuan Polda atau jajaran Polri, Satgas Pangan, tidak akan diam saja, akan terus dikembangkan di seluruh Indonesia. Saya mendatangkan beras-beras impor ini di 12 titik yang membutuhkan beras ini," ucap dia.
Baca Juga: Pantesan Harga Tinggi! Bulog Endus Praktik Curang Beras Oplosan
Dia juga memastikan, jika kasus pengoplosan beras ini tidak ditangani, maka harga beras di pasaran tetap mahal. Meski Bulog sudah melaksanakan operasi pasar.
"Kalau tidak diawasi akan hilang sampai masa panen Maret (2023), maka harga akan tetap tinggi, ini akan kita lakukan terus menerus pasti akan ditindaklanjuti oleh kepolisian, pengawasan tidak hanya di Banten. Saya sudah mendengar jajaran kepolisian sudah menjalankan bahkan beras dari Cipinang bisa sampai ke Atambua, ada indikasi beras ini akan diselundupkan ke Timor Leste, dijual dengan harga sangat tinggi," tutur Buwas.
"Kejahatan ini cepat atau lambat akan ketahuan Polda atau jajaran Polri, Satgas Pangan, tidak akan diam saja, akan terus dikembangkan di seluruh Indonesia. Saya mendatangkan beras-beras impor ini di 12 titik yang membutuhkan beras ini," ucap dia.
Baca Juga: Pantesan Harga Tinggi! Bulog Endus Praktik Curang Beras Oplosan
Dia juga memastikan, jika kasus pengoplosan beras ini tidak ditangani, maka harga beras di pasaran tetap mahal. Meski Bulog sudah melaksanakan operasi pasar.
"Kalau tidak diawasi akan hilang sampai masa panen Maret (2023), maka harga akan tetap tinggi, ini akan kita lakukan terus menerus pasti akan ditindaklanjuti oleh kepolisian, pengawasan tidak hanya di Banten. Saya sudah mendengar jajaran kepolisian sudah menjalankan bahkan beras dari Cipinang bisa sampai ke Atambua, ada indikasi beras ini akan diselundupkan ke Timor Leste, dijual dengan harga sangat tinggi," tutur Buwas.
(akr)
Lihat Juga :