Wall Street Berakhir Mixed Imbas Data Inflasi AS Dorong Kekhawatiran Suku Bunga

Rabu, 15 Februari 2023 - 06:45 WIB
Dari 11 indeks sektor S&P 500, tujuh di antaranya mengalami penurunan dipimpin oleh real estat (.SPLRCR) yang jatuh 1,08%, diikuti oleh penurunan 0,95% pada bahan pokok konsumen (.SPLRCS). Indeks pilihan konsumen seperti produsen mobil listrik telah pulih lebih dari 60% pada tahun 2023 setelah kehilangan dua pertiga nilainya tahun lalu.

Pelaku pasar uang bertaruh pada setidaknya dua kenaikan suku bunga 25 basis poin lagi tahun ini, dengan suku bunga terlihat memuncak pada 5,28% pada bulan Juli.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Ambruk Imbas Inflasi AS Naik 6,4%

Hal itu juga menambah kecemasan investor usai pernyataan hawkish oleh Presiden Fed, Richmond Thomas Barkin dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan. Barkin mengatakan, Fed perlu memprioritaskan meredam inflasi daripada risiko terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Wall Street memiliki awal yang optimis untuk tahun ini, terangkat oleh minat baru pada saham-saham pertumbuhan yang bergejolak yang dipukul pada tahun 2022 karena Fed menaikkan suku bunga secara agresif untuk mengendalikan harga yang curam.

Reli, bagaimanapun, terhenti minggu lalu menyusul tanda-tanda pasar tenaga kerja yang ketat dan komentar hawkish dari pembuat kebijakan Fed. S&P 500 naik sekitar 8% sejauh ini di tahun 2023, sementara Indeks Komposit Nasdaq (.IXIC) telah pulih sekitar 14%.

Investor akan mengamati dengan cermat data penjualan ritel Januari pada hari Rabu untuk mencari petunjuk belanja konsumen di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!