Wawancara Khusus Chief Executive Officer DOKU, Chris Yeo: Ubah Peluang Jadi Uang
Rabu, 22 Februari 2023 - 18:30 WIB
Ya, itu sebabnya saya di sini. Kami telah melihat banyak laporan yang membahas tentang potensi industri digital di Indonesia. Salah satu yang terbaru adalah laporan dari Google dengan Temasek di tahun 2022 yang membahas tentang ukuran ekonomi digital Indonesia.
Laporan tersebut memprediksi Gross Merchandise Volume (GMV) ekonomi digital Indonesia akan bertumbuh sekitar USD146 miliar pada 2025. Indonesia sejauh ini adalah negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dan kami sebagai penyedia pembayaran digital mendapat manfaat dari sana.
Dari sisi Growth Transaction Volume (GTV) Indonesia mencapai USD266 miliar pada tahun 2022 dan diikuti oleh Malaysia yang mencapai USD146 miliar. Jadi itu pertumbuhan yang signifikan dan potensi pasar yang besar bagi kami.
Beberapa waktu lalu, DOKU melakukan ekspansi ke Malaysia, melalui akuisisi senangPay. Ekspansi ini membuat DOKU memiliki kehadiran yang kuat di dua negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Kami merasa berada dalam posisi yang baik untuk peran di masa depan.Itulah mengapa kami sangat bersemangat.
Setelah Malaysia, negara mana yang akan disasar?
Sebenarnya kami ingin tumbuh melalui beberapa cara, tapi kalau berbicara tentang pertumbuhan geografis secara khusus, visi dan harapan kami adalah menjadi pelaku sektor pembayaran Business to Business atau B2B terkemuka di seluruh Asia Tenggara. Setelah Indonesia dan Malaysia, kami mencoba melihat potensi untuk bekerja sama dengan mitra lokal di negara lainnya.
Apakah ada rencana DOKU menambah modal melalui pencatatan saham sebagai perusahaan terbuka?
Ya, kami sedang mencari dana tambahan tahun ini. Tetapi fokus kami selama setidaknya satu sampai dua tahun ke depan hanya pada pertumbuhan untuk mempercepat perluasan ke negara-negara lainnya. Setelah kami mencapai beberapa target pertumbuhan, baru kami akan mempertimbangkan untuk mencatatkan saham perdana atau IPO (initial public offering). Bagi kami, yang paling penting adalah mengembangkan perusahaan. IPO hanya alat untuk mendapatkan modal tambahan, bukan tujuan akhir. Bila suatu saat kami melihat IPO adalah keputusan terbaik, maka kami akan melaksanakannya.
Apa keunikan sistem pembayaran yang ditawarkan DOKU?
Kami memiliki tiga keunikan. Pertama, kami memiliki rangkaian produk pembayaran yang sangat luas, baik dari online maupun offline. Kedua adalah layanan. Kami mampu memberikan layanan terbaik karena memiliki pengalaman untuk memahami kebutuhan klien kami. Ketiga, kami memiliki spesialisasi dalam menangani kebutuhan perusahaan besar yang memiliki masalah yang cukup rumit dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, mereka membutuhkan solusi tentang pembayaran online, pengintegrasian produk kami ke aplikasi mereka, atau apapun itu, kami memiliki solusi dan mampu melayani mereka dengan baik.
Awal tahun ini kami juga semakin gencar berekspansi ke UMKM dan secara khusus fokus pada pedagang kecil dan mikro (penjual di media sosial) karena kami tahu pasar UMKM sangat luas. Kenapa kami melakukan itu? Karena kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat baik. Kami pun menyediakan layanan untuk mereka, seperti link pembayaran, atau membantu mereka membuat e-catalog, dan berjualan di platform digital.
Namun, yang terpenting adalah budaya DOKU. Aspirasi kami adalah “Ubah Peluang, Jadi Uang” Sehingga kami fokus untuk membantu para merchant untuk mengubah setiap kesempatan menjadi penghasilan bagi mereka.
Bagaimana kolaborasi DOKU dengan pelaku fintech lain?
Kolaborasi sangat diperlukan untuk fintech. Namun, pelaku fintech lainnya biasanya merupakan merchant atau mitra kami.Hal ini karena kami memiliki produk yang luas dan pelaku lainnya biasanya hanya fokus pada segmen atau produk tertentu.
Sebagai pelaku B2B, kami memiliki kekuatan untuk memperkuat suatu ekosistem dengan sistem pembayaran yang holistik. Misalnya, kami mendukung ekosistem Tiktok dengan menyediakan produk checkout online di TikTok Shop. Kami juga mendukung metode pembayaran di Google Play Store. Jadi kami bekerja dengan pelaku digital lokal yang sangat besar dan masih berkembang pesat dan juga pelaku digital global. Kami membantu mereka tumbuh dan menjadi bagian dari ekosistem.
(Baca juga:MNC Bank Berbagi Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital)
Tapi kami juga bekerja dengan jenis pelaku lain, salah satunya adalah bank. Saat ini kami sedang menjadi mitra dari Bank Muamalat untuk mendukung kebutuhan nasabah korporat mereka. Untuk bank global, kami juga bekerja sama dengan HSBC. Kami membantu mereka untuk melayani nasabah korporat mereka.
Menurut saya, yang paling penting adalah DOKU tidak tinggal hanya pada satu ekosistem, tetapi kami bekerja di ekosistem yang berbeda. Sebagai pelaku B2B, itulah cara kami tumbuh lebih cepat dengan bekerja sama dengan pelaku lain sebanyak mungkin. Kami juga mencari lebih banyak mitra untuk bekerja sama di Indonesia khususnya, Malaysia dan saya berharap di masa depan akan ada negara lain juga.
Laporan tersebut memprediksi Gross Merchandise Volume (GMV) ekonomi digital Indonesia akan bertumbuh sekitar USD146 miliar pada 2025. Indonesia sejauh ini adalah negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dan kami sebagai penyedia pembayaran digital mendapat manfaat dari sana.
Dari sisi Growth Transaction Volume (GTV) Indonesia mencapai USD266 miliar pada tahun 2022 dan diikuti oleh Malaysia yang mencapai USD146 miliar. Jadi itu pertumbuhan yang signifikan dan potensi pasar yang besar bagi kami.
Beberapa waktu lalu, DOKU melakukan ekspansi ke Malaysia, melalui akuisisi senangPay. Ekspansi ini membuat DOKU memiliki kehadiran yang kuat di dua negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Kami merasa berada dalam posisi yang baik untuk peran di masa depan.Itulah mengapa kami sangat bersemangat.
Setelah Malaysia, negara mana yang akan disasar?
Sebenarnya kami ingin tumbuh melalui beberapa cara, tapi kalau berbicara tentang pertumbuhan geografis secara khusus, visi dan harapan kami adalah menjadi pelaku sektor pembayaran Business to Business atau B2B terkemuka di seluruh Asia Tenggara. Setelah Indonesia dan Malaysia, kami mencoba melihat potensi untuk bekerja sama dengan mitra lokal di negara lainnya.
Apakah ada rencana DOKU menambah modal melalui pencatatan saham sebagai perusahaan terbuka?
Ya, kami sedang mencari dana tambahan tahun ini. Tetapi fokus kami selama setidaknya satu sampai dua tahun ke depan hanya pada pertumbuhan untuk mempercepat perluasan ke negara-negara lainnya. Setelah kami mencapai beberapa target pertumbuhan, baru kami akan mempertimbangkan untuk mencatatkan saham perdana atau IPO (initial public offering). Bagi kami, yang paling penting adalah mengembangkan perusahaan. IPO hanya alat untuk mendapatkan modal tambahan, bukan tujuan akhir. Bila suatu saat kami melihat IPO adalah keputusan terbaik, maka kami akan melaksanakannya.
Apa keunikan sistem pembayaran yang ditawarkan DOKU?
Kami memiliki tiga keunikan. Pertama, kami memiliki rangkaian produk pembayaran yang sangat luas, baik dari online maupun offline. Kedua adalah layanan. Kami mampu memberikan layanan terbaik karena memiliki pengalaman untuk memahami kebutuhan klien kami. Ketiga, kami memiliki spesialisasi dalam menangani kebutuhan perusahaan besar yang memiliki masalah yang cukup rumit dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, mereka membutuhkan solusi tentang pembayaran online, pengintegrasian produk kami ke aplikasi mereka, atau apapun itu, kami memiliki solusi dan mampu melayani mereka dengan baik.
Awal tahun ini kami juga semakin gencar berekspansi ke UMKM dan secara khusus fokus pada pedagang kecil dan mikro (penjual di media sosial) karena kami tahu pasar UMKM sangat luas. Kenapa kami melakukan itu? Karena kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat baik. Kami pun menyediakan layanan untuk mereka, seperti link pembayaran, atau membantu mereka membuat e-catalog, dan berjualan di platform digital.
Namun, yang terpenting adalah budaya DOKU. Aspirasi kami adalah “Ubah Peluang, Jadi Uang” Sehingga kami fokus untuk membantu para merchant untuk mengubah setiap kesempatan menjadi penghasilan bagi mereka.
Bagaimana kolaborasi DOKU dengan pelaku fintech lain?
Kolaborasi sangat diperlukan untuk fintech. Namun, pelaku fintech lainnya biasanya merupakan merchant atau mitra kami.Hal ini karena kami memiliki produk yang luas dan pelaku lainnya biasanya hanya fokus pada segmen atau produk tertentu.
Sebagai pelaku B2B, kami memiliki kekuatan untuk memperkuat suatu ekosistem dengan sistem pembayaran yang holistik. Misalnya, kami mendukung ekosistem Tiktok dengan menyediakan produk checkout online di TikTok Shop. Kami juga mendukung metode pembayaran di Google Play Store. Jadi kami bekerja dengan pelaku digital lokal yang sangat besar dan masih berkembang pesat dan juga pelaku digital global. Kami membantu mereka tumbuh dan menjadi bagian dari ekosistem.
(Baca juga:MNC Bank Berbagi Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital)
Tapi kami juga bekerja dengan jenis pelaku lain, salah satunya adalah bank. Saat ini kami sedang menjadi mitra dari Bank Muamalat untuk mendukung kebutuhan nasabah korporat mereka. Untuk bank global, kami juga bekerja sama dengan HSBC. Kami membantu mereka untuk melayani nasabah korporat mereka.
Menurut saya, yang paling penting adalah DOKU tidak tinggal hanya pada satu ekosistem, tetapi kami bekerja di ekosistem yang berbeda. Sebagai pelaku B2B, itulah cara kami tumbuh lebih cepat dengan bekerja sama dengan pelaku lain sebanyak mungkin. Kami juga mencari lebih banyak mitra untuk bekerja sama di Indonesia khususnya, Malaysia dan saya berharap di masa depan akan ada negara lain juga.
Lihat Juga :