Geliatkan Ekonomi di Sektor Kehutanan, KLHK Percepat Pembangunan HTR
Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:06 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama stakeholder industri kehutanan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha hutan produksi meski situasi saat ini masih terjadi pandemi Covid-19. Foto: dok/Okezone
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama stakeholder industri kehutanan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha hutan produksi meski situasi saat ini masih terjadi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kinerja usaha hulu-hilir sektor kehutanan.
Sekretaris Jenderal KLHK/Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Bambang Hendroyono mengatakan, kinerja ekspor produk industri kehutanan turun hingga ke level minus 8,3% pada periode Januari-Mei 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tetapi, kemudian mengalami perbaikan secara signifikan menjadi minus 5% pada penilaian periode Januari-Juni tahun ini. (Baca: Dam Air untuk Waspadai Kebakaran Gunung Lawu, Digagas)
“Angka tersebut menunjukkan peningkatan kinerja ekspor produk kehutanan sebesar 3,3% sejak Juni tahun ini, yang merupakan pencapaian positif di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” ujar Bambang, di Jakarta, Rabu (15/7).
Bambang optimistis meskipun pertumbuhannya masih di bawah nol, itu tidak mengalami penurunan lebih jauh. Hal ini mengindikasikan kinerja ekspor sektor kehutanan masih berada pada jalur yang positif.
Sementara itu, kinerja sektor hulu kehutanan di masa pandemi Covid 19 untuk produksi kayu bulat hutan alam periode Januari-Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 3,90% dibandingkan periode yang sama pada 2019. Di sisi lain, produksi kayu bulat hutan tanaman justru meningkat sebesar 21,50%. (Baca juga: Penanganan Pemerintah terhadap Karhutla Dinilai Belum Tegas)
Untuk mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan, Bambang menjelaskan sejumlah kebijakan. Pertama, untuk industri produksi di hulu, mempercepat pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI). Kemudian mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK serta penyederhanaan perizinan berusaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.
Sekretaris Jenderal KLHK/Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Bambang Hendroyono mengatakan, kinerja ekspor produk industri kehutanan turun hingga ke level minus 8,3% pada periode Januari-Mei 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tetapi, kemudian mengalami perbaikan secara signifikan menjadi minus 5% pada penilaian periode Januari-Juni tahun ini. (Baca: Dam Air untuk Waspadai Kebakaran Gunung Lawu, Digagas)
“Angka tersebut menunjukkan peningkatan kinerja ekspor produk kehutanan sebesar 3,3% sejak Juni tahun ini, yang merupakan pencapaian positif di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” ujar Bambang, di Jakarta, Rabu (15/7).
Bambang optimistis meskipun pertumbuhannya masih di bawah nol, itu tidak mengalami penurunan lebih jauh. Hal ini mengindikasikan kinerja ekspor sektor kehutanan masih berada pada jalur yang positif.
Sementara itu, kinerja sektor hulu kehutanan di masa pandemi Covid 19 untuk produksi kayu bulat hutan alam periode Januari-Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 3,90% dibandingkan periode yang sama pada 2019. Di sisi lain, produksi kayu bulat hutan tanaman justru meningkat sebesar 21,50%. (Baca juga: Penanganan Pemerintah terhadap Karhutla Dinilai Belum Tegas)
Untuk mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan, Bambang menjelaskan sejumlah kebijakan. Pertama, untuk industri produksi di hulu, mempercepat pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI). Kemudian mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK serta penyederhanaan perizinan berusaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.
Lihat Juga :