Geliatkan Ekonomi di Sektor Kehutanan, KLHK Percepat Pembangunan HTR

Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:06 WIB
Kedua, untuk industri di hilir, beberapa kebijakan pemerintah adalah dengan usulan peningkatan luas penampang produk ekspor industri kehutanan, memperluas keberterimaan pasar dengan memperkokoh penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta fasilitasi sertifikasi SVLK untuk Usaha Kecil Menengah.

“SVLK telah berkontribusi signifikan pada peningkatan kinerja ekspor produk industri kehutanan. Ke depan, kami menargetkan pemulihan kinerja ekspor produk industri kehutanan lebih baik lagi, yaitu meningkatkannya ke level positif secepat mungkin,” kata Bambang. (Lihat videonya: Heboh! Pedagang Angkringan Cantik di Sragen Bikin Pembeli Gagal Fokus)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo memaparkan nilai ekspor produk kayu bersertifikat legal meningkat dari USD9,84 miliar pada 2015, USD9,2 miliar pada 2016, USD10,9 miliar pada 2017, USD12,1 miliar pada 2018. Namun, pada 2019, nilai ekspor menurun sebesar 4% dari tahun sebelumnya menjadi hanya USD11,6 miliar pada akhir 2019.

Terdapat lima negara terbesar tujuan ekspor kayu olahan Indonesia. Negara tersebut secara berurutan peringkatnya adalah China, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, serta Korea Selatan. Beberapa negara yang mengimpor produk industri kehutanan Indonesia mulai bangkit kembali di tengah situasi Covid-19. Juli tahun ini pihaknya mendengar nilai ekspor meningkat lagi.

“Januari belum ada pandemi Covid-19, kinerja ekspor kita naik 2,1% dibandingkan periode yang sama, Februari naik 2,3%. Maret mulai terdapat kasus Covid-19 dan tren ekspor mulai menurun -1,9%. April dan Mei tidak ada kontainer masuk-keluar, semakin turun -4,3 % hingga -8,4%. Namun, pada Juni terjadi rebound. Nilai ekspor naik, meskipun masih minus, yaitu -5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Kami berharap bulan Juli tahun ini akan meningkat sehingga sesuai arahan Presiden pada triwulan ketiga sudah positif,” papar Bambang. (Sudarsono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!