Pergerakan Masyarakat Lebaran 2023 Diprediksi Capai 123,8 Juta Orang
Selasa, 07 Maret 2023 - 13:24 WIB
Menhub menjelaskan, beberapa faktor yang menyebabkan tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik tahun ini diantaranya yaitu: tidak adanya PPKM, memasuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi Covid-19, perekonomian yang semakin membaik, tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan, dan persepsi positif dari masyarakat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2022 lalu.
"Penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang. Maka itu kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu, evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi," tutur Menhub.
Adapun berdasarkan hasil survei tersebut, asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5 persen atau 77,3 juta orang.
Adapun 5 daerah asal pemudik terbanyak yaitu, pertama Jawa Timur 17,1 persen atau 21, 2 juta orang. Kemudian, Jawa Tengah 15,1 persen atau 18, 7 juta orang, Jabodetabek 14,8 persen atau 18, 3 juta orang), Jawa Barat 12,1 pesen atau 14, 9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau 4, 4 juta orang.
Sementara, 5 daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yaitu, pertama, Jawa Tengah 26,45 persen atau 32, 75 juta orang. Kemudian, Jawa Timur 19,87 persen atau 24, 6 juta orang, Jawa Barat 16,73 persen atau 20, 72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8, 07 juta orang), dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5, 9 juta orang.
Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 Jumat 21 April 2023, di mana diprediksi terjadi pergerakan sebesar 14,3 persen atau sebanyak 17, 7 juta orang. Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak H-3 pada Rabu 19 April 2023.
"Penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang. Maka itu kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu, evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi," tutur Menhub.
Adapun berdasarkan hasil survei tersebut, asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5 persen atau 77,3 juta orang.
Adapun 5 daerah asal pemudik terbanyak yaitu, pertama Jawa Timur 17,1 persen atau 21, 2 juta orang. Kemudian, Jawa Tengah 15,1 persen atau 18, 7 juta orang, Jabodetabek 14,8 persen atau 18, 3 juta orang), Jawa Barat 12,1 pesen atau 14, 9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau 4, 4 juta orang.
Sementara, 5 daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yaitu, pertama, Jawa Tengah 26,45 persen atau 32, 75 juta orang. Kemudian, Jawa Timur 19,87 persen atau 24, 6 juta orang, Jawa Barat 16,73 persen atau 20, 72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8, 07 juta orang), dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5, 9 juta orang.
Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 Jumat 21 April 2023, di mana diprediksi terjadi pergerakan sebesar 14,3 persen atau sebanyak 17, 7 juta orang. Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak H-3 pada Rabu 19 April 2023.
Lihat Juga :