Nilai Investasi Tembus Rp44 Triliun, Jateng Makin Dilirik Investor
Jum'at, 17 Maret 2023 - 15:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam rangkaian acara peresmian pengembangan pabrik PT Samator Indo Gas ke-56 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), pada Jumat (17/3/2023). FOTO/dok.Istimewa
BATANG - Potensi investasi di Jateng semakin dilirik banyak investor dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu tak lepas dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berjalan optimal di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo .
Tak sedikit investor yang beranggapan, bahwa Ganjar telah mempermudah seluruh kegiatan investasi dan menuntaskan persoalan pungutan liar (pungli) investasi di Jateng. Segala kemudahan tersebut, membuat pengusaha merasa begitu aman dan nyaman untuk berinvestasi di Jateng.
Maka tak heran, nilai penanaman modal asing (PMA) di Jateng pada saat pandemi dan pasca pandemi Covid-19 selalu naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, realisasi PMA Jateng sebesar Rp19,64 triliun dan naik pada tahun 2021 menjadi Rp21,4 triliun.
Baca Juga: Permudah Investor Masuk, Nilai Investasi di Jateng Tumbuh Pesat
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal PTSP Jateng, realisasi investasi Jateng hingga triwulan ke-3 tahun 2022 meroket hingga mencapai Rp44,99 triliun. Di tahun 2023 ini, nilai investasi Jateng pun diprediksi akan terus meningkat seiring berakhirnya pandemi Covid-19. Contohnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), nilai investasi dari para investor, baik swasta maupun BUMN mencapai Rp142 triliun.
Hal itu diungkapkan Ganjar, usai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) air separation plant (ASP) pada pengembangan pabrik PT Samator Indo Gas ke-56 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). "Intinya, semakin banyak investasi yang masuk ke sini, maka pertumbuhan ekonomi akan cukup bagus. Pasti kuenya akan terbagi di masyarakat sekitar," ujar Ganjar dalam pernyataannya, Jumat (17/3/2023).
Tak sedikit investor yang beranggapan, bahwa Ganjar telah mempermudah seluruh kegiatan investasi dan menuntaskan persoalan pungutan liar (pungli) investasi di Jateng. Segala kemudahan tersebut, membuat pengusaha merasa begitu aman dan nyaman untuk berinvestasi di Jateng.
Maka tak heran, nilai penanaman modal asing (PMA) di Jateng pada saat pandemi dan pasca pandemi Covid-19 selalu naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, realisasi PMA Jateng sebesar Rp19,64 triliun dan naik pada tahun 2021 menjadi Rp21,4 triliun.
Baca Juga: Permudah Investor Masuk, Nilai Investasi di Jateng Tumbuh Pesat
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal PTSP Jateng, realisasi investasi Jateng hingga triwulan ke-3 tahun 2022 meroket hingga mencapai Rp44,99 triliun. Di tahun 2023 ini, nilai investasi Jateng pun diprediksi akan terus meningkat seiring berakhirnya pandemi Covid-19. Contohnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), nilai investasi dari para investor, baik swasta maupun BUMN mencapai Rp142 triliun.
Hal itu diungkapkan Ganjar, usai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) air separation plant (ASP) pada pengembangan pabrik PT Samator Indo Gas ke-56 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). "Intinya, semakin banyak investasi yang masuk ke sini, maka pertumbuhan ekonomi akan cukup bagus. Pasti kuenya akan terbagi di masyarakat sekitar," ujar Ganjar dalam pernyataannya, Jumat (17/3/2023).
Lihat Juga :