Per 1 April Centang Biru Twitter Akan Berbayar Rp1,2 hingga Rp15,1 Juta Setahun

Senin, 27 Maret 2023 - 14:04 WIB
Setelah akuisisi senilai USD44 miliar pada Oktober 2022, Musk memang berencana untuk mengubah program centang biru yang diwariskan oleh perusahaan tersebut. Musk menyebut program tersebut bersifat koruptif dan tidak masuk akal.

Musk kemudian meluncurkan program Twitter Blue pertama kali pada 2021 yang menawarkan berbagai fitur canggih, seperti membatalkan tweet dan menyimpan bookmark ke folder. Ia kemudian meluncurkan kembali program tersebut pada November 2022, termasuk tanda centang biru di fitur untuk pengguna berbayar.

Bagai senjata makan tuan, program tersebut langsung dibanjiri akun palsu yang membayar dan berpura-pura menjadi tokoh publik. Akun-akun palsu yang berpura-pura itu di antaranya akun palsu dari mantan Presiden Donald Trump, Rudy Giuliani, LeBron James, dan Nintendo. Akun Donald Trump yang palsu tersebut bahkan sempat menulis tweet, “Inilah mengapa rencana Elon Musk tidak berhasil”.

Elon Musk memutuskan untuk menarik program Twitter Blue selama beberapa minggu dan meluncurkannya kembali dengan berbagai langkah tambahan untuk meninjau dan menyetujui pelanggan. Selain fitur centang biru, Twitter Blue juga memungkinkan pengguna berbayar untuk mengedit tweet hingga 5 kali dalam 30 menit, membuat tweet hingga 4.000 karakter, dan memposting video HD.

Perusahaan juga mengatakan, pengguna Twitter Blue akan melihat iklan 50% lebih sedikit di beranda mereka. Tweet mereka juga akan diprioritaskan di antara balasan, penyebutan, dan pencarian akun lainnya yang tidak berbayar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!